Masjid Al-Huda Depok Hidupkan Ramadan 1447 H dengan Bukber Sebulan Penuh dan Gerakan Sosial Digital
Depok – Menjelang waktu Magrib di RW 08 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), suasana Masjid Al-Huda mulai ramai. Aroma kolak dan nasi kotak tercium dari area dapur, sementara para jamaah duduk rapi menanti azan berkumandang.
Ramadan 1447 Hijriah (2026) kembali menjadi momentum kebersamaan di masjid yang berada di wilayah timur Kota Depok, kota yang dikenal dengan julukan Kota Belimbing.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Huda kembali menggelar buka puasa bersama (bukber) setiap hari sepanjang bulan suci.
Tak kurang dari 100 paket nasi kotak lengkap dengan takjil dan minuman disiapkan setiap hari. Menu sederhana namun penuh makna itu terdiri atas kolak, kurma, aneka kue basah dan kering, teh hangat, air mineral, serta nasi lengkap dengan lauk pauk.

Ketua DKM Al-Huda, Ustadz Haji Iwan Setiawan, menyebut kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan yang terus dijaga keberlangsungannya.
“Setiap hari kami panitia ifthar menyediakan sebanyak 100 nasi kotak, beserta takjil dan minuman dengan jumlah yang sama,” ujar Ustadz Iwan kepada awak media, Minggu (22/2).
Namun Ramadan kali ini terasa berbeda. Jumlah jamaah yang hadir meningkat signifikan. Jika sebelumnya masih ada sisa paket, kini seluruh makanan selalu habis. Bahkan pada hari libur, panitia menambah hingga 150 paket.
“Alhamdulillah biasanya ada sisa, namun sekarang ini habis untuk para jamaah. Untuk hari ini kami menyediakan 150 paket. Mungkin karena hari libur,” jelasnya.
Menurutnya, penambahan jumlah paket bisa saja dilakukan setiap hari apabila jumlah jamaah tetap stabil.

Gotong Royong Warga dan Donasi Alumni
Semangat kebersamaan menjadi fondasi utama kegiatan ini. Ustadz Iwan, yang sehari-hari berprofesi sebagai konsultan bisnis dan pajak, mengungkapkan bahwa seluruh hidangan berasal dari sodaqoh dan infaq warga sekitar masjid serta donasi berbagai organisasi dan badan usaha.
“Tiap tahun warga dari tiap RT di RW kami rutin urunan mengirimkan makanan dan minuman. Kami juga menerima donasi dari pihak luar, di antaranya Komunitas KILAS 70,” ungkapnya.

KILAS 70 merupakan komunitas Kajian Islam Laskar SMA 70 Jakarta, dan Ustadz Iwan sendiri adalah bagian dari alumni sekolah tersebut. Tahun 2026 ini menjadi tahun keempat pelaksanaan bukber sejak dirinya diamanahkan sebagai Ketua DKM Al-Huda.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi.
“Saya ucapkan terima kasih kepada warga dan donatur yang selalu rutin mengirimkan makanan untuk bukber ke masjid, juga untuk teman-teman saya di komunitas KILAS 70. Terima kasih atas donasinya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di sini,” tuturnya.

Masjid Modern dan Adaptif Digital
Tak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, Masjid Al-Huda juga bertransformasi menjadi ruang publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Masjid ini menyediakan fasilitas WiFi gratis bagi jamaah, yang diresmikan bersamaan dengan penerapan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk infaq dan sodaqoh.
“Masjid bukan hanya untuk ibadah, tapi juga tempat belajar dan berkegiatan positif. Dengan WiFi gratis, jamaah, pelajar, dan remaja masjid bisa mengakses kajian Islam, belajar daring, atau mencari ilmu pengetahuan dengan nyaman,” ujar Ustadz Iwan saat kegiatan pengajian dan santunan anak yatim beberapa waktu lalu.

Langkah ini sejalan dengan transformasi digital nasional melalui Gerakan Literasi Digital Nasional, serta program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok seperti ‘1000 WiFi Publik’ dan ‘WiFi Depok Bersahabat’ atau ‘RW Net’.
Ke depan, DKM Al-Huda berencana mengadakan kelas daring seperti pelatihan komputer dasar, literasi digital Islami, hingga pelatihan media sosial (medsos) untuk dakwah.
Sigap dalam Aksi Kemanusiaan
Komitmen sosial Masjid Al-Huda tidak berhenti di bulan Ramadan. Pada November 2025 lalu, saat banjir besar melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), DKM Al-Huda membuka Posko Bencana Al-Huda sebagai pusat penggalangan bantuan.
Donasi yang terkumpul berupa uang tunai, pakaian layak pakai, makanan, hingga obat-obatan. Sesuai arahan Forum Silaturahmi (FS) DKM Jabodetabek, bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Sahabat Humanity agar distribusi lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
Di Masjid Al-Huda, Ramadan bukan sekadar ibadah ritual. Ia menjadi ruang berbagi, ruang belajar, dan ruang tumbuh bersama, memperkuat makna masjid sebagai pusat peradaban umat di tengah masyarakat. (Mh/Foto: Ist./Athel)
