HiburanPeristiwa

Ames Abadi: Seniman yang Jadikan Alam Semesta sebagai Universitas Kehidupan

Jakarta – Di antara riuhnya panggung seni Indonesia, nama Ames Abadi hadir sebagai sosok yang memadukan kedalaman batin, disiplin kreatif, dan kecintaan pada alam semesta.

Lahir di Temanggung, Jawa Tengah, pada 18 April, Ames, begitu ia akrab disapa, memilih tidak menonjolkan urusan tahun kelahiran. Baginya, usia tidak pernah bisa mengukur keluasan jiwa seorang seniman.

Ames Abadi adalah pribadi yang percaya bahwa alam semesta adalah universitas sejati, tempat segala pengalaman, intuisi, dan petunjuk hidup dapat dipelajari tanpa batas. Ia menanamkan keyakinan bahwa ilmu seni memerlukan pemahaman, sementara seni itu sendiri adalah penghayatan.

Dari keyakinan inilah, tiap garis dan arsiran dalam karyanya lahir sebagai proses perjalanan batin, bukan sekadar keterampilan teknis.

Berfikir Sebelum Mati 2001, Kertas dan Bolpoin 79 cm x 110 cm (kiri), Menuntut Keadilan, 2023 Kertas dan Bolpoin 79 cm x 110 cm (kanan). (Foto: Istimewa/Dok.)

Sejak tahun 2000, Ames menapaki jalan seninya lewat tiga pilar budaya: logika, etika, dan estetika, ditambah nilai yang ia sebut B3, yakni belajar, bekerja, berkarya. Ia terjun ke berbagai disiplin seni: teater, musik, hingga seni rupa.

Dari semuanya, drawing menjadi kecintaan mendalam, karena baginya ‘menggambar adalah latihan kesabaran yang melatih diri untuk mendengar suara hati’.

Manusia Kepala Batu, 2019 Kertas dan Bolpoin 79 cm x 110 cm (kiri), Berkibar Masker, 2020 Kertas dan Bolpoin 79 cm x 110 cm (kanan). (Foto: Istimewa/Dok.)

“Saya percaya bahwa karya seni hadir bukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, tetapi kebutuhan spiritual, sebuah dorongan untuk menyempurnakan derajat kemanusiaan yang selaras dengan irama alam semesta,” ujar Ames, kepada awak media di Jakarta, Minggu (7/12).

Maka tidak heran, setiap goresan dalam karyanya seperti menyimpan ruang kontemplasi yang dapat menggerakkan pengalaman batin bagi siapa pun yang menghayatinya.

Tak hanya perupa, Ames Abadi juga dikenal sebagai musisi. Ia adalah seorang vokalis yang telah menciptakan banyak lagu dan kerap tampil di berbagai panggung seni di tanah air.

“Musik bagi saya adalah ‘cermin perasaan’, medium alternatif untuk mengekspresikan kisah dan kepekaan yang kadang tak terwakili oleh visual,” ungkapnya.

Inspirasi, 2023 Kertas dan Bolpoin 79 cm x 110 cm (kiri), Lindungi Generasi dari Informasi, 2019 Kertas dan Bolpoin
79 cm x 110 cm (kanan). (Foto: Istimewa/Dok.)

Selama perjalanan panjangnya, Ames aktif tampil dalam berbagai pameran bersama maupun tunggal di Yogyakarta, Jakarta, Magelang, Bandung, Tangerang, dan kota-kota lainnya.

Berikut adalah catatan perjalanan pameran yang menjadi jejak kreativitas Ames Abadi:

2016

  • Drawing Wayang, Taman Budaya Yogyakarta .
  • Bir the Day, The Switt Store, Magelang, Jawa Tengah.
  • Coretan Hitam Putih, Balai Budaya Jakarta.

2017

  • Hari Kartini, Rembang.

2018

  • Eksistensi, Balai Budaya Jakarta.

2019

  • Trans Jakarta Hipta, Tugu Konstkring Paleis, Jakarta.

2020

  • Sejurus Memento Mori, Bandung.
  • Peruja, 28 Oktober – Pameran Daring Galeri Nasional, Jejak Jakarta.

2021

  • 1 Juni: Hari Kelahiran Pancasila – Pameran tunggal, Veteran Art Stage, Jakarta.
  • Hai, Kamu WS Rendra, 1 November – Balai Budaya Jakarta.

2022

  • Astumus Kultur – Pameran Drawing, 29 Mei – 7 Juni, Ciledug Tangerang.

2023

  • Indonesia Kini: 25 Tahun Peristiwa Mei 98, Bentara Budaya Jakarta.
  • Revolusi Surabaya dan Estetika, 1 November – Balai Budaya Jakarta.

2024

  • Museum Barli, 5 – 10 November, Bandung.

2025

  • Pameran Tamam, 18 – 29 Juni – Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Lewat karya visual maupun musiknya, Ames Abadi terus merayakan perjalanan spiritual yang ia anggap sebagai inti dari seni. Dalam setiap pameran, pengunjung kerap dibuat larut oleh ketenangan dan kedalaman garis-garisnya, atau oleh energi emosional yang mengalir dari inspirasinya.

Di tengah gempuran budaya instan, Ames Abadi adalah pengingat bahwa seni bukan hanya persoalan teknik atau popularitas, melainkan perjalanan batin yang panjang, jujur, dan setia pada suara hati.

Selama ia masih percaya pada universitas alam semesta, karya-karyanya akan terus menemukan kehidupan-baik di ruang pamer maupun di dalam ruang hati para penikmat seni.

Pameran akhir tahun bersama sejumlah tokoh seni tanah air

Dalam waktu dekat, Ames Abadi akan menampilkan karya-karya seninya dalam Pameran Tunggal Lukisan bertema ‘Sendiri’, di Balai Budaya Jakarta, Menteng Jakarta Pusat.

Kegiatan tersebut diagendakan selama satu minggu, mulai hari Jumat (12/12) sampai dengan Jumat (19/12) mendatang.

Acara rencananya akan dibuka oleh Prof Chryshnanda, seorang perwira tinggi (pati) Polri yang dikenal sebagai jenderal polisi yang memiliki jiwa seni. Ia juga sempat memamerkan karya seni lukisannya di Sasana Rupa Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara, pada Juni 2025 lalu.

Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri sejak pertengahan November 2024, sering terlihat aktif dalam berbagai kegiatan komunitas seni dan budaya di tanah air.

(Foto: Istimewa/Dok.)

Selain itu, Pameran Tunggal Lukisan Ames Abadi juga menghadirkan Syahnagra Ismail, seorang pelukis senior Indonesia yang dikenal dengan karyanya yang menginspirasi dari alam Indonesia.  

Syahnagra diberitakan sering berpameran tunggal, dan pernah menggelar event lima dekade berkarya dengan pameran ‘Painting Out Loud’ pada 2023 silam, serta memiliki latar belakang pendidikan seni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Akademi Seni Grafis Stockholm Swedia.

Pameran juga akan menghadirkan seniman visual Indonesia Joko Kisworo selaku Kurator. Nama Joko Kisworo Zoro tidak asing bagi para seniman nusantara. Ia dikenal sebagai psikolog dan terapis seni rupa serta aktif dalam pameran dan komunitas seni, baik di kalangan seniman otodidak maupun akademisi.

Seniman Joko Kisworo diketahui aktif terafiliasi atau berjejaring dengan berbagai komunitas seni di seluruh Indonesia, termasuk Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN).

Terakhir, Ames Abadi tak lupa mengundang masyarakat, khususnya para pencinta seni dari dalam maupun luar negeri untuk hadir pada pemeran yang akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada orang baik serta semua pihak yang memberikan dukungan, sehingga pameran dapat terlaksana. Mohon doanya semoga semua berjalan sukses dan lancar ya,” pungkas Ames. (Mh/Foto: Ist./Dok.)


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading