Dibuka Ketum PSSI, Gubernur dan Walikota, Liga 4 Perdana Resmi Bergulir di Depok
Depok – Sejarah baru sepak bola Indonesia resmi dimulai dengan bergulirnya Liga 4 perdana di Stadion Merpati, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (23/8).
Kompetisi ini merupakan ajang perserikatan di tingkat akar rumput yang diinisiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai fondasi pembinaan sepak bola nasional.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, serta Wali Kota Depok Supian Suri. Kehadiran para tokoh tersebut menandai komitmen lintas institusi dalam membangun sepak bola dari level bawah.

Dalam sambutannya, Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, serta Asosiasi Kota (Askot) PSSI Depok yang cepat merespons gagasan Liga 4.
“Baru tiga minggu lalu kami membahasnya saat Piala Presiden. Gubernur Jabar yang dikenal dengan terobosannya langsung memutuskan menjadikan Kota Depok sebagai penyelenggara pertama Liga 4 se Indonesia. Saya salut dan bangga,” ujar Erick di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi dan Wali Kota Supian Suri.
Erick menegaskan bahwa PSSI akan terus mendukung pembangunan sepak bola daerah, termasuk rencana pembangunan stadion di Depok yang telah dibicarakan bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Wali Kota Depok.
Ia juga menyampaikan kabar membanggakan bagi warga Depok. “Salah satu pemain diaspora baru Indonesia, Miliano Jonathans, memiliki kakek yang berasal dari Depok. Ini bukti bahwa talenta dari kota ini bisa bersinar di level nasional. Mari terus dukung Tim Nasional (Timnas),” kata Erick.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada PSSI atas kepercayaan menjadikan Jabar sebagai tuan rumah Liga 4 perdana.
“Dengan gagasan brilian Ketum PSSI, sepak bola Indonesia kini bergerak maju. Semangat ini telah menggerakkan Jabar, khususnya Kota Depok, untuk melahirkan bibit unggul sepak bola masa depan,” ungkap Dedi.

Liga 4 Kota Depok diikuti 15 tim dengan syarat pemain berusia maksimal 21 tahun. Tim peserta dibagi dalam tiga grup, dan hanya juara grup serta satu runner-up terbaik yang lolos ke babak semifinal.
Undian semifinal akan digelar setelah fase grup selesai. Kompetisi ini berlangsung hingga 27 September, dengan laga pembuka mempertemukan PS Korpri melawan PS Sawangan di Grup A.
Sebagai kompetisi amatir, Liga 4 digelar di tingkat kabupaten/kota. Klub juara berhak promosi ke Liga 3 yang diselenggarakan di tingkat provinsi.
Selanjutnya, juara Liga 3 provinsi akan bertanding di level nasional untuk memperebutkan Piala Presiden, yang menjadi simbol supremasi sepak bola Indonesia.
Kompetisi ini juga mengusung semangat perserikatan dengan melibatkan pemerintah daerah (pemda).
Regulasi baru memungkinkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pembinaan sepak bola. Dengan demikian, Liga 4 menjadi panggung awal bagi talenta muda lokal untuk menunjukkan kemampuan.
Dengan dimulainya Liga 4 di Depok, PSSI menegaskan komitmennya membangun ekosistem sepak bola yang inklusif, berjenjang, dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan sepak bola nasional dari tingkat desa hingga level tertinggi.
Berikut adalah daftar klub peserta Liga 4 Kota Depok:
GRUP A
PS Korpri
PS Sawangan
Atma Jaya
GMC FC
Perseta
GRUP B
Gemilang putra
PSJS
Bintang Fajar
Red Star
Metro FC
GRUP C
GWR Family FC
Sukmajaya FC
Sparta
Depok Jaya Agung
Puja FC
(Mh/Foto: Ist./PSSI)
Discover more from RestorasiNews.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
