EkonomiPeristiwa

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di 2025, Pemerintah Optimistis Berlanjut di 2026

Jakarta – Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025 dan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan ke depan.

Badan Pusat Statistik mencatat, pada kuartal IV 2025 ekonomi tumbuh sebesar 5,39 persen (year on year/yoy), sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

“Meskipun menghadapi berbagai tantangan, kinerja kuartal IV terakselerasi signifikan dan menjadi momentum untuk pertumbuhan yang lebih tinggi. APBN berperan strategis dalam menjaga momentum tersebut, diperkuat sinergi kebijakan moneter dan sektor keuangan. Ekonomi tidak hanya tumbuh tinggi, tetapi juga berkelanjutan dengan kondisi makrofiskal yang stabil,” tegas Menkeu dalam keterangan resmi, Rabu (5/2/2026).

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Penopang Utama

Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga sebagai kontributor terbesar perekonomian tumbuh 5,11 persen (yoy) pada kuartal IV 2025 dan 4,98 persen sepanjang tahun.

Kinerja ini mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga, ditopang inflasi yang terkendali, meningkatnya mobilitas masyarakat, serta berbagai stimulus Pemerintah.

Peningkatan konsumsi tercermin dari naiknya Indeks Penjualan Riil, lonjakan transaksi daring, serta meningkatnya aktivitas pada sektor restoran dan hotel yang tumbuh 6,38 persen sepanjang 2025.

Sektor transportasi dan komunikasi juga tumbuh 6,32 persen, seiring meningkatnya pergerakan masyarakat, khususnya pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Belanja Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

Konsumsi Pemerintah pada kuartal IV 2025 tumbuh 4,55 persen (yoy), sementara secara tahunan mencapai 2,5 persen. Belanja negara berperan sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjalankan agenda prioritas nasional.

Sepanjang 2025, Pemerintah mengalokasikan Rp805,4 triliun untuk belanja program prioritas, termasuk penguatan dan perlindungan daya beli, stabilisasi harga, serta peningkatan produktivitas. Selain itu, stimulus bagi rumah tangga dan dunia usaha mencapai Rp110,7 triliun.

Kinerja investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,12 persen (yoy) pada kuartal IV dan 5,09 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ini didorong investasi mesin dan perlengkapan yang melonjak 17,99 persen, mengindikasikan penguatan aktivitas industri nasional.

Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tumbuh 12,66 persen, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas makroekonomi dan sinergi kebijakan fiskal-moneter. Peran belanja modal Pemerintah, BUMN, serta operasional Danantara turut mendorong investasi swasta.

Ekspor barang dan jasa riil tumbuh 3,25 persen (yoy) pada kuartal IV dan 7,03 persen sepanjang 2025. Kinerja ekspor ditopang peningkatan ekspor minyak hewan dan nabati, besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektronik. Ekspor jasa juga menguat seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara yang tumbuh 12,5 persen.

Dari sisi produksi, sektor manufaktur tumbuh 5,30 persen sepanjang 2025, sejalan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang terus berada di zona ekspansif. Industri logam dasar mencatat pertumbuhan tinggi 15,71 persen, sementara industri mesin dan perlengkapan tumbuh 13,98 persen.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 5,33 persen, didorong peningkatan produksi padi, jagung, serta subsektor peternakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertumbuhan Merata Antarwilayah

Secara regional, seluruh wilayah Indonesia mencatat pertumbuhan positif. Sulawesi tumbuh tertinggi 6,23 persen, didorong ekspansi hilirisasi mineral. Pulau Jawa tumbuh 5,30 persen, sementara Sumatera dan Kalimantan masing-masing tumbuh 4,81 persen dan 4,79 persen. Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan 4,87 persen, seiring pemulihan pariwisata.

Momentum pertumbuhan ekonomi turut berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Jumlah penduduk bekerja pada November 2025 mencapai 147,9 juta orang, meningkat 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,74 persen, sementara tingkat kemiskinan per September 2025 menurun menjadi 8,25 persen.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada 2026 dapat tumbuh 5,4 persen. Pertumbuhan akan ditopang konsumsi rumah tangga yang kuat, belanja negara yang berkualitas, kinerja eksternal yang kompetitif, serta investasi yang semakin didorong oleh sektor swasta.

“Pemerintah terus mencermati dinamika ke depan dan memastikan kebijakan fiskal dikelola secara hati-hati dan kredibel. Seluruh mesin pertumbuhan harus bergerak selaras untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan,” pungkas Menkeu. (Gate 13/Foto: Ilustrasi/Istimewa


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading