Olahraga

Ketum KONI Pusat Apresiasi Prestasi Dunia Angkat Besi Indonesia

Jakarta – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) beserta seluruh jajarannya atas konsistensi prestasi angkat besi Indonesia di level internasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Marciano sebelum secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PABSI Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Kemang, Selasa (27/1).

“PABSI tidak pernah absen mempersembahkan prestasi bagi Indonesia. Ini bukti bahwa tata kelola organisasi dan pembinaan atlet berjalan dengan sangat baik. Angkat besi telah menjadi cabang olahraga unggulan nasional,” ujar Marciano.

Sepanjang 2025, atlet angkat besi Indonesia tampil gemilang di berbagai ajang internasional. Di antaranya, International Weightlifting Federation (IWF) World Youth & Junior Championship di Lima dengan raihan satu emas dan tiga perunggu, Asian Weightlifting Championship di Tiongkok dengan tiga emas, dua perak, dan dua perunggu, serta pemecahan rekor dunia clean and jerk 205 kilogram oleh Rahmat Erwin Abdullah.

Prestasi berlanjut di Asian Youth & Junior Weightlifting Championship Kazakhstan (tiga emas, empat perak), IWF World Championship Norwegia dengan dua emas melalui Rizki Juniansyah yang juga memecahkan rekor dunia clean and jerk 204 kilogram, serta tambahan satu perak dan dua perunggu.

Atlet angkat besi Indonesia juga berjaya di EGAT King’s Cup Junior Thailand, Asian Youth Games Bahrain, Islamic Solidarity Games Riyadh, hingga SEA Games Thailand 2025 dengan total tiga emas, empat perak, dan satu perunggu.

Pada SEA Games tersebut, Rizki Juniansyah kembali mempertajam rekor dunia clean and jerk 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram.

“Kalau atlet angkat besi tampil, masyarakat sudah terbiasa mendengar Indonesia Raya dan melihat Merah Putih berkibar. Itu kebanggaan kita semua,” sambung Marciano.

Foto: Ist./Humas

Menurut Ketum KONI Pusat, prestasi tersebut tidak lepas dari pembinaan berjenjang yang kuat sejak akar rumput. Karena itu, kontribusi Pengurus Provinsi (Pengprov) PABSI di seluruh Indonesia dinilai sangat besar.

Marciano juga menegaskan PB PABSI sebagai salah satu anggota KONI Pusat dengan kinerja terbaik. Namun, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak berpuas diri.

“Prestasi dunia lahir dari tata kelola dan pembinaan yang konsisten. Semua Pengprov harus melahirkan atlet berprestasi. Saya mengapresiasi kolaborasi PB PABSI, Pengprov PABSI, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang rutin menggelar kejuaraan nasional setiap tahun,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara, atlet binaan Pengprov PABSI mencatatkan 24 rekor nasional dan 35 rekor PON.

“Jadikan Rakernas ini momentum evaluasi. Saya tidak ingin ada Pengprov yang berjalan di tempat. Mari bersaing sehat demi melahirkan atlet muda terbaik Indonesia,” lanjut Marciano.

Sementara itu, Ketua Umum PB PABSI Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat tugas kenegaraan ke luar negeri atas perintah Presiden. Sambutannya dibacakan Sekretaris Jenderal PB PABSI Mayjen TNI Mar (Purn) Djoko Pramono.

“Prestasi kita diraih di semua level, dari remaja, junior, hingga senior. Ini adalah tradisi prestasi yang terus kita jaga,” kata Rosan dalam sambutannya.

Rosan juga mengapresiasi sinergi dengan daerah serta dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).

Salah satu target utama PB PABSI pada 2026 adalah Asian Games ke-20 di Aichi–Nagoya.

“Mari terus bergandengan tangan, karena keberhasilan yang diraih adalah keberhasilan kita bersama,” pungkas Djoko. (Gate 13/Foto: Ist./Humas)


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading