Olahraga

KONI Pusat Resmi Buka PTMSI Bersatu Cup 2026 di Jakarta

Jakarta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melalui perwakilannya, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, secara resmi membuka kompetisi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bersatu Cup 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Jakarta Pusat, Kamis (15/1).

Pembukaan kejuaraan ini mewakili Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. PTMSI Bersatu Cup 2026 mengusung tema “Menjunjung Sportivitas dan Prestasi dalam Semangat Persatuan” dan akan berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Januari 2026.

Kompetisi mempertandingkan nomor beregu dan tunggal intermaster, dengan melibatkan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya pembinaan prestasi berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang dinilainya sebagai rangkaian pembinaan atlet yang konsisten dan terstruktur.

“Ini merupakan rangkaian pembinaan yang luar biasa dan didukung oleh pihak yang luar biasa, yakni Pengurus Besar (PB) PTMSI. Saya berharap para atlet ke depan mampu membawa Merah Putih dan berprestasi di ajang internasional,” ujar Suwarno.

Pada kesempatan tersebut, Suwarno juga menegaskan posisi PB PTMSI sebagai satu-satunya organisasi cabang olahraga tenis meja yang diakui oleh KONI Pusat.

“Yang diakui oleh KONI Pusat dalam kepengurusan olahraga tenis meja hanya PB PTMSI,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebagai konsekuensi dari pengakuan tersebut, seluruh jenjang multievent resmi baik di tingkat daerah maupun nasional berada dalam lingkup organisasi anggota KONI Pusat.

Pembinaan atlet nasional dimulai dari klub sebagai akar rumput, kemudian berjenjang ke tingkat kabupaten/kota, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). Atlet terbaik dari PON selanjutnya berhak mewakili Indonesia di ajang internasional.

“Porprov dan PON merupakan hak anggota KONI Pusat, salah satunya PB PTMSI beserta seluruh anggotanya,” jelas Suwarno.

Sementara itu, perwakilan PB PTMSI, Peter, menyampaikan bahwa PTMSI Bersatu Cup 2026 menjadi bagian dari rangkaian kejuaraan tambahan untuk memperkaya jam terbang atlet, di luar kejuaraan wajib seperti Kejurnas.

“Sebenarnya event yang wajib kita laksanakan adalah Kejurnas. Event tambahan seperti ini kami selenggarakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Selain Kejurnas, kami juga memiliki Liga Silatama, Divisi Utama, Divisi Satu, Divisi Dua, Silataruna untuk U-19, serta PTMSI Bersatu Cup sebagai wadah pemersatu atlet, pelatih, dan pengurus tenis meja Indonesia,” ujar Peter.

Ia menegaskan bahwa seluruh atlet yang mengikuti kejuaraan ini memiliki rekam jejak prestasi yang jelas dan telah melalui proses seleksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kejuaraan ini bukan sekadar terbuka untuk umum. Atlet yang mendaftar merupakan atlet dengan catatan prestasi terbaik. Kami ingin semua berjalan sesuai regulasi yang ada agar pembinaan prestasi tenis meja tidak terganggu,” tambahnya.

PTMSI Bersatu Cup 2026 menjadi kejuaraan pertama dalam sejarah PTMSI yang melibatkan klub-klub dari berbagai daerah di Indonesia. Nomor yang dipertandingkan meliputi Beregu Putra, Beregu Putri, dan Tunggal Intermaster, dengan total 144 atlet peserta.

Ke depan, kompetisi ini direncanakan akan digelar secara rutin sebanyak tiga kali dalam satu tahun sebagai bagian dari komitmen PB PTMSI dalam memperkuat pembinaan prestasi tenis meja nasional. (Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading