Edukasi

Menag Ajak Isi Akhir Tahun dengan Refleksi Spiritual dan Penguatan Kebangsaan

Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjadikan penghujung tahun sebagai momentum refleksi spiritual dan penguatan nilai kebangsaan, bukan diisi dengan euforia berlebihan yang minim makna.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Agama saat menghadiri kegiatan Refleksi Akhir Tahun dan Doa Bersama bertema “Menguatkan Spirit Kebangsaan di Penghujung Tahun Bersama Al-Qur’an” di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), Jakarta, Jum’at (26/12).

Menag menuturkan, akhir tahun seharusnya dimaknai sebagai waktu untuk muhasabah, mempererat kedekatan kepada Allah SWT, serta meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.

Menurutnya, Al-Qur’an memberikan pedoman agar setiap momentum kehidupan dijalani secara bijak dan produktif.

“Penghujung tahun ini mari kita isi dengan refleksi, doa, dan kegiatan yang membawa keberkahan. Jangan dihabiskan dengan hura-hura yang tidak memberi manfaat bagi diri, masyarakat, maupun bangsa,” ujar Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak civitas academica dan mahasiswa PTIQ untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengimbau agar sebagian rezeki disalurkan kepada saudara-saudara yang terdampak musibah, khususnya masyarakat di Aceh.

“Solidaritas dan empati adalah wujud nyata ajaran Al-Qur’an. Saat saudara kita tertimpa musibah, kehadiran dan bantuan kita, sekecil apa pun, sangat berarti,” tegasnya.

Menag turut mengingatkan pentingnya memperbanyak rasa syukur atas berbagai nikmat dan capaian yang telah diraih sepanjang tahun. Rasa syukur tersebut, kata Menag, harus tercermin dalam sikap positif, etos belajar yang kuat, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Selain itu, Menag mengajak mahasiswa untuk mendoakan kerukunan dan kedamaian Indonesia. Ia berharap bangsa Indonesia senantiasa dijauhkan dari perpecahan, diberi kekuatan untuk menjaga persatuan, serta dianugerahi kehidupan berbangsa yang rukun dan harmonis.

“Kerukunan dan kedamaian adalah modal utama pembangunan bangsa. Kita mohon kepada Allah SWT agar Indonesia selalu berada dalam lindungan-Nya, damai, bersatu, dan maju,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Menag mendorong mahasiswa PTIQ untuk membangkitkan semangat prestasi dan optimisme dalam menyongsong tahun mendatang. Ia menekankan pentingnya generasi muda Al-Qur’an tampil sebagai teladan dalam keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada bangsa.

“Jadikan tahun yang akan datang sebagai tahun peningkatan prestasi. Mahasiswa PTIQ harus tampil sebagai generasi unggul yang menguasai ilmu, berakhlak Qur’ani, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” pungkas Menag. (Mh/Foto: Istimewa)


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading