Kabupaten/Kota

Tinjau Langsung Pos Ronda di Sukmajaya, Wali Kota Depok Dorong Aktifkan Kembali Siskamling

Depok – Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan pentingnya menghidupkan kembali kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di seluruh wilayah kota.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Aula Edelweiss, Balai Kota Depok, kota Depok, Jawa Barat, Senin (8/9).

Supian menyebutkan, saat ini masih ada pos Siskamling yang aktif di beberapa kelurahan, namun jumlahnya belum massif seperti di masa lalu. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menghidupkan kembali ronda malam.

“Saya minta Pak Sekretaris Daerah (Sekda) menyiapkan instruksi atau edaran khusus terkait pengaktifan kembali Siskamling. Sebelumnya sudah ada surat edaran tindak lanjut dari Menteri, tetapi untuk Siskamling perlu dibuatkan edaran tersendiri,” ujarnya.

Supian juga menginstruksikan para camat mendata pos Siskamling di wilayah masing-masing. Dari total 928 Rukun Warga (RW) yang ada di Depok, pemerintah ingin memastikan mana yang masih berjalan dan mana yang harus kembali diaktifkan.

“Saya minta setiap camat minimal mendatangi satu pos Siskamling di wilayahnya. Yang masih aktif akan kita apresiasi, sementara yang belum aktif harus kita dorong agar kembali berjalan,” tegasnya.

Bahkan, ia mengungkapkan Polres Depok telah menyelenggarakan lomba Siskamling antar RW sebagai upaya memperkuat keamanan berbasis masyarakat.

Tinjau Pos Siskamling di Sukmajaya

Komitmen untuk menghidupkan kembali Siskamling tidak hanya berupa instruksi, tetapi juga tindakan nyata. Pada Senin (8/9) malam, Wali Kota Depok Supian Suri meninjau langsung pelaksanaan Siskamling di RW 21, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Supian Suri ikut ronda bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat setempat. Ia mengapresiasi RW 21 yang konsisten menjaga ronda malam, serta mendorong wilayah lain agar mengikuti langkah serupa.

“Ini menindaklanjuti Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mengaktifkan kembali Siskamling, dan tentu dibutuhkan dukungan masyarakat,” katanya.

Foto: Istimewa

Menurut Supian, keberhasilan Siskamling sepenuhnya bergantung pada dukungan dan partisipasi warga. Selain sebagai langkah pencegahan tindak kriminal, kegiatan ronda juga memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial.

“Harapannya, kebersamaan bersama masyarakat inilah yang akan mendukung keberlangsungan dan kondusivitas di Kota Depok maupun bangsa kita secara keseluruhan,” tutupnya.

Siskamling adalah strategi keamanan berbasis komunitas yang lahir dari kesadaran warga untuk menjaga lingkungan bersama-sama. Kegiatan ini telah lama dikenal melalui ronda malam di pos keamanan lingkungan (poskamling).

Fungsi Siskamling antara lain mencegah kriminalitas, seperti pencurian dan perampokan, meningkatkan kewaspadaan sosial, agar masyarakat lebih cepat tanggap terhadap potensi gangguan keamanan, memperkuat kohesi sosial, karena warga berinteraksi dan saling mengenal melalui ronda, serta mendukung aparat keamanan, khususnya kepolisian, dalam menjaga stabilitas keamanan lokal.

Dalam praktiknya, Siskamling dilengkapi sarana sederhana seperti kentongan untuk tanda bahaya. Seiring perkembangan zaman, beberapa wilayah juga mengadopsi CCTV dan komunikasi digital seperti radio dua arah portabel (walkie talkie) dan radio amatir (radio breaker) untuk memperkuat pengawasan lingkungan.

Dengan pengaktifan kembali Siskamling, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berharap tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan guyub bagi seluruh warganya. (Mh/Foto: Ist./Diskominfo)


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading