Indonesia Dorong Transformasi Sistem Peringatan Dini Global di Kongres WMO
Jakarta – Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem peringatan dini global menghadapi peningkatan risiko hidrometeorologi akibat perubahan iklim.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan hal tersebut dalam Kongres Luar Biasa Organisasi Meteorologi Dunia (WMO Extraordinary Congress/Cg-Ext) di Jenewa.
Dwikorita menekankan pentingnya transformasi sistem peringatan dini menjadi aksi dini (early action) yang menyelamatkan nyawa.
Ia juga menyoroti empat pilar utama Early Warnings for All (EW4All), meliputi pengetahuan risiko, pemantauan, diseminasi informasi, dan kesiapsiagaan masyarakat.
Indonesia mendorong penguatan Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS) berbasis risiko serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan akurasi prakiraan.
Selain itu, BMKG mendukung resolusi baru tentang Global Greenhouse Watch guna memperkuat pemantauan gas rumah kaca global yang berkeadilan.
Di sela forum, BMKG juga menjalin kerja sama dengan China Meteorological Administration (CMA) untuk memperkuat kapasitas SDM dan transfer teknologi AI serta pemanfaatan satelit Feng Yun guna meningkatkan keandalan observasi cuaca. (Mh/Foto: Ist./Humas)
Discover more from RestorasiNews.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
