PemerintahPeristiwa

Pemerintah Tegaskan Komitmen Serius Bangun Pendidikan Nasional

Depok – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kebijakan strategis di bidang pendidikan dan penguatan sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii dalam acara serah terima hibah Pemerintah Kota Depok kepada Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (21/1).

Romo Syafii menjelaskan, salah satu langkah fundamental Presiden Prabowo adalah melakukan penataan kelembagaan dengan memecah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Kebudayaan.

“Kebijakan ini diambil agar pendidikan ditangani secara lebih serius dan terfokus. Presiden Prabowo ingin pendidikan ini tidak ditangani sambil lalu, tetapi benar-benar serius dipegang oleh dokter-dokter dan profesor-profesor Indonesia,” ujarnya.

Selain penataan kelembagaan, Presiden Prabowo juga mencanangkan pembangunan 330 ribu sekolah di seluruh Nusantara. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan yang merata sekaligus menyiapkan generasi unggul yang mampu mengelola kekayaan bangsa.

Perhatian pemerintah, lanjut Romo Syafii, tidak hanya tertuju pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas tenaga pendidik. Di lingkungan Kementerian Agama, telah ditetapkan kebijakan bahwa seluruh guru swasta keagamaan—baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, maupun Buddha, wajib mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) paling lambat tahun 2027.

“Sehingga pada 2028 tidak ada lagi guru di lingkungan Kementerian Agama yang belum tersertifikasi,” katanya.

Ia menambahkan, implementasi kebijakan pendidikan nasional tersebut mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Depok yang dinilai memiliki kepemimpinan visioner.

Dukungan kepala daerah disebut berperan penting dalam percepatan pembangunan pendidikan, khususnya di madrasah dan sekolah keagamaan.

Komitmen Presiden Prabowo juga menyasar langsung peserta didik melalui program Makan Bergizi Gratis. Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu dari 73 negara di dunia yang memberikan layanan makan bergizi bagi siswa.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program Cek Kesehatan Gratis untuk memastikan peserta didik tumbuh sehat dan siap mengikuti proses pembelajaran.

Di sektor pendidikan tinggi dan kesehatan, pemerintah turut memacu pendirian fakultas-fakultas kedokteran guna menjawab kekurangan sekitar 161 ribu dokter di Indonesia.

“Karena itu, di Kementerian Agama, ketika ada usulan pendirian fakultas kedokteran, kami langsung bergerak untuk memprosesnya,” ujar Romo Syafii.

Untuk menjamin akses pendidikan bagi kelompok paling rentan, pemerintah juga mendirikan Sekolah Rakyat yang memberikan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Hingga kini, sekitar 160 Sekolah Rakyat telah berdiri di berbagai daerah.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menggagas Sekolah Garuda sebagai jalur percepatan pembentukan generasi unggul yang disiapkan untuk merespons kebutuhan bangsa akan pemimpin-pemimpin berkualitas. (Mh/Foto: Ist./Kemenag)


Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from RestorasiNews.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading