Edukasi

UIN Ar-Raniry Peringkat 2 Nasional Bidang Hukum Versi SIR 2026

Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menorehkan capaian gemilang di bidang riset.

Berdasarkan pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, kampus tersebut berhasil menempati posisi kedua nasional untuk bidang hukum, sekaligus memperkuat daya saingnya di tingkat global.

Capaian ini menempatkan UIN Ar-Raniry melampaui sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip), pada indikator yang sama.

Dilansir portal kemenag.go.id, Minggu (29/3), berdasarkan data SIR 2026, posisi pertama nasional untuk bidang hukum diraih Universitas Airlangga (Unair) dengan peringkat global ke-92. UIN Ar-Raniry menyusul di posisi kedua nasional dengan peringkat global ke-131.

Selanjutnya, peringkat nasional diisi oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) di posisi ketiga (peringkat global ke-196), diikuti UI di posisi keempat (peringkat global ke-257), serta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Sunan Kalijaga) di posisi kelima (peringkat global ke-262).

Adapun posisi keenam ditempati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) dengan peringkat global ke-272. Sementara itu, Undip berada di posisi ketujuh (peringkat global ke-318), diikuti Universitas Negeri Semarang (Unnes) di posisi kedelapan (peringkat global ke-325), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di posisi kesembilan nasional (peringkat global ke-353).

Sejumlah perguruan tinggi lain yang masuk dalam 15 besar nasional antara lain Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan peringkat global ke-355, UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang di peringkat ke-375, Universitas Brawijaya (UB) di posisi ke-412, Universitas Muhammadiyah (UM) di peringkat ke-452, Universitas Hasanuddin (Unhas) di posisi ke-468, serta UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung di peringkat ke-471.

Secara global, UIN Ar-Raniry berada di peringkat ke-131 dunia untuk bidang hukum. Posisi ini menegaskan peningkatan daya saing kampus dalam kancah internasional, khususnya dalam bidang kajian hukum.

Pemeringkatan Scimago sendiri didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja penelitian, inovasi, serta dampak sosial. Penilaian tersebut mengacu pada data publikasi ilmiah yang terindeks Scopus, jumlah sitasi, serta tingkat kolaborasi internasional.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahmann, menyatakan capaian ini merupakan hasil dari penguatan berkelanjutan dalam ekosistem riset di lingkungan kampus.

“Capaian ini bukan hanya prestasi institusi, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam lanskap riset nasional. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sebelumnya berada di pinggiran kini mulai mengambil peran strategis dalam produksi pengetahuan,” ujarnya di Banda Aceh, Sabtu (28/3).

Menurutnya, penguatan riset dilakukan melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, pengembangan jurnal bereputasi, serta perluasan jejaring kolaborasi internasional.

“Atas capaian ini, kami menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum beserta seluruh jajaran atas kontribusi aktif dalam meraih prestasi ini,” tambahnya.

Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah dan prosiding. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 jurnal telah terakreditasi secara nasional melalui Science and Technology Index (SINTA), yaitu sistem indeksasi dan akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia.

Empat di antaranya bahkan telah terindeks Scopus pada kuartil satu (Q1), yakni jurnal Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita, yang menunjukkan kualitas publikasi pada tingkat tertinggi.

Salah satu jurnal unggulan, El-Usrah, tercatat sebagai jurnal antropologi terkemuka di Asia dan masuk dalam 50 besar dunia berdasarkan pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025.

Capaian ini melanjutkan tren positif UIN Ar-Raniry dalam beberapa tahun terakhir. Pada SIR 2025, kampus dengan tagline “Kampus Energi Kebangsaan, Sinergi Membangun Negeri” tersebut menempati peringkat keempat nasional dalam kategori kinerja riset, sekaligus menjadi perguruan tinggi dengan capaian tertinggi di luar Pulau Jawa.

Pada tahun yang sama, dua dosen dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry juga berhasil masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier, yaitu Prof Muhammad Siddiq Armia (bidang hukum dan pendidikan) serta Prof Mursyid Djawas (bidang sejarah dan studi historis).

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Kamaruzzaman, menilai capaian ini tidak terlepas dari penguatan budaya publikasi ilmiah di lingkungan fakultas.

“Kami terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis serta mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas riset,” ujarnya.

Ia menambahkan, indikator Scimago yang berbasis pada data publikasi ilmiah menunjukkan bahwa upaya membangun ekosistem riset di lingkungan PTKIN kini mulai membuahkan hasil yang signifikan. (Red/Mh/Foto: Ist./Kemenag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *