Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tetap Siaga Antisipasi Arus Balik Lanjutan
Semarang – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang selama ini mengawal arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.
Penutupan operasi dipimpin langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Agus Suryonugroho, di kawasan Alun-alun Simpang Lima, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (25/3).
Berakhirnya operasi ini menandai selesainya fase utama pengamanan Lebaran. Meski demikian, Polri menegaskan bahwa pengawasan lalu lintas tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi potensi lonjakan arus balik susulan.
“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Selama pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 mengusung strategi pengamanan berbasis lima klaster utama, meliputi jalur arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan destinasi wisata. Skema ini diterapkan untuk memastikan pengamanan lebih terstruktur dan efektif.
Pasca penutupan, kepadatan lalu lintas masih terpantau di sejumlah wilayah aglomerasi. Aktivitas masyarakat yang masih melakukan silaturahmi Lebaran menjadi salah satu faktor meningkatnya mobilitas, terutama di wilayah Bandung, Bali, dan Malang Raya.
“Operasi Ketupat memiliki lima klaster pengamanan. Salah satunya jalan arteri yang hingga kini masih cukup padat di wilayah aglomerasi karena masyarakat masih melakukan silaturahmi lokal,” jelasnya.
Dalam mengurai kepadatan, Korlantas Polri telah menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas secara dinamis, seperti sistem one way nasional, one way lokal presisi, serta contraflow. Kebijakan tersebut diterapkan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” tambahnya.
Dari sisi keselamatan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mencatat tren positif. Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan turun 5,75 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Irjen Pol Agus Suryonugroho turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi, termasuk instansi terkait dan masyarakat yang dinilai berperan penting dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” pungkasnya. (Red/Foto: Ist./DivHumas Polri)

