Sosok

Dari Kehilangan Orang Tua hingga Menjadi Advokat, Perjuangan Mohammad Siddiq Irawan Mengabdi untuk Keadilan

Jakarta – Di balik toga hitam yang kini dikenakannya sebagai seorang advokat, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh keteguhan hati.

Mohammad Siddiq Irawan, S.H., advokat muda asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membuktikan bahwa keterbatasan hidup bukanlah penghalang untuk mewujudkan cita-cita mengabdi kepada masyarakat melalui profesi hukum.

Pria yang akrab disapa Siddiq itu lahir di Banyuwangi pada 1999 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana.

Sejak muda, ia telah menanamkan tekad untuk menempuh pendidikan hukum sebagai jalan menggapai cita-citanya menjadi seorang advokat.

Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mudah. Saat masih menempuh pendidikan Strata 1 Ilmu Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, kedua orang tua Siddiq meninggal dunia.

Kehilangan itu menjadi ujian terberat dalam hidupnya karena ia harus melanjutkan pendidikan tanpa lagi mendapat pendampingan dari sosok yang paling dicintainya.

Meski demikian, duka tersebut tidak mematahkan semangatnya. Sebaliknya, peristiwa itu justru menjadi penguat tekad untuk menyelesaikan pendidikan hingga akhirnya berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada 2020.

“Maka dari itu saya tetap bertekad untuk terus melanjutkan mimpi saya menjadi seorang advokat, dengan mengingat pesan orang tua untuk terus bermanfaat untuk orang lain,” ujar Siddiq kepada awak media, Minggu (5/7).

Sebelum resmi menyandang profesi advokat, Siddiq menimba pengalaman sebagai staf di kantor Notaris Achmad Munif, S.H., M.M. selama kurang lebih empat tahun.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami praktik hukum sekaligus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Mohammad Siddiq Irawan, S.H. (kedua dari kiri) saat menjalani pengambilan sumpah atau janji advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (2/7). (Foto: Ist./Dok.)

Langkah berikutnya mengantarkan Siddiq bergabung dengan organisasi advokat (OA) Persatuan Advokat Jelajah Nusantara (PERAJANUSA).

Melalui organisasi tersebut, Siddiq mengikuti seluruh tahapan profesi hingga akhirnya resmi mengucapkan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya pada 2 Juli 2026.

Momentum pengucapan sumpah menjadi salah satu peristiwa paling emosional dalam perjalanan hidupnya.

“Saat pengucapan sumpah saya sangatlah terharu. Saya bisa membuktikan kepada kedua almarhum orang tua saya bahwa pada saat itu juga saya siap bersuara demi tegaknya keadilan,” kenangnya.

Di luar profesinya sebagai advokat, Siddiq juga aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan. Ia mendirikan Organisasi Kepemudaan Garda Cendono Wetan dan dipercaya menjabat sebagai ketua.

Menurut Siddiq, organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah untuk menghimpun para pemuda dalam kegiatan sosial serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Organisasi Kepemudaan Garda Cendono Wetan dibentuk bertujuan untuk menghimpun pemuda-pemudi untuk gerakan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Foto: Ist./Dok.

Kini, Siddiq mendirikan kantor firma hukum Multi Justitialaw and Associates dan menjabat sebagai Managing Partner.

Baginya, keberadaan kantor hukum tersebut bukan sekadar tempat menjalankan profesi, melainkan sarana untuk memberikan akses pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Saya dirikan Multi Justitialaw and Associates, yang dibuka untuk seluruh masyarakat pencari keadilan,” pungkasnya.

Bagi Siddiq, profesi advokat bukan hanya tentang memenangkan perkara di ruang sidang.

Lebih dari itu, profesi tersebut merupakan amanah untuk membela hak-hak masyarakat, menghadirkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan, serta melanjutkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan kedua orang tuanya.

Perjalanan Mohammad Siddiq Irawan menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemudahan.

Dengan ketekunan, kerja keras, dan keyakinan pada cita-cita, keterbatasan dapat berubah menjadi kekuatan untuk terus mengabdi dan memberi manfaat bagi sesama. (Red/Mh/Foto: Ist./Dok.)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading