Mutasi Besar Polri, Kombes Pol. Agus Nugroho Dipromosikan Jadi Karo SDM Polda Metro Jaya
Denpasar – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier (binkar), serta penguatan kinerja institusi.
Salah satu promosi yang menjadi perhatian adalah penunjukan Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H., sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Metro Jaya.
Mutasi tersebut tertuang dalam delapan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335 sampai dengan ST/1342/VI/KEP./2026 yang diterbitkan pada 25 Juni 2026. Di lingkungan Polda Bali, rotasi jabatan melibatkan sejumlah pejabat utama (PJU) hingga tiga kepala kepolisian resor (kapolres).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Ariasandy, mengatakan mutasi merupakan bagian yang lazim dalam organisasi Polri sebagai upaya penyegaran, pembinaan karier personel, sekaligus memenuhi kebutuhan organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian semakin optimal.
“Mutasi merupakan hal yang biasa dalam organisasi Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran, mutasi juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel dan untuk meningkatkan kinerja organisasi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Ariasandy.
Ia menambahkan, seluruh pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab yang baru sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Di jajaran pejabat utama Polda Bali, Kombes Pol. Agus Nugroho resmi dimutasi dari jabatan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Bali menjadi Karo SDM Polda Metro Jaya. Jabatan yang ditinggalkannya selanjutnya diisi Kombes Pol. I Dewa Made Adnyana yang sebelumnya menjabat Karo SDM Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Promosi tersebut sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Agus Nugroho yang selama ini dikenal sebagai salah satu perwira menengah (pamen) Polri dengan spesialisasi di bidang sumber daya manusia.
Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 Batalyon Dharmakshatriya itu memiliki pengalaman panjang di lingkungan Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri. Sebelum dipercaya memimpin Biro SDM Polda Metro Jaya, Agus pernah menjabat Assessor SDM Polri di SSDM Polri, Kepala Biro SDM Polda Gorontalo pada 2021 hingga 2024, Kepala Biro SDM Polda Maluku pada 2024, Analis Kebijakan Madya Bidang Dalpers SSDM Polri, serta Kepala Biro SDM Polda Bali sejak Maret 2026.
Lulusan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Angkatan ke-34 tersebut juga menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.) dan Magister Hukum (M.H.). Rekam jejaknya yang konsisten di bidang pembinaan sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya memperoleh promosi ke Polda Metro Jaya, wilayah hukum dengan kompleksitas tugas dan dinamika keamanan tertinggi di Indonesia.
Di Polda Metro Jaya, Agus Nugroho menggantikan Kombes Pol. Muh Dwita Kumu Wardana, S.H., S.I.K., M.H., yang memperoleh promosi menjadi Assessor SDM Kepolisian Utama Tingkat II SSDM Polri.
Selain pergantian Karo SDM, mutasi di lingkungan Polda Bali juga mencakup sejumlah pejabat utama lainnya, antara lain Kabid Laboratorium Forensik (Labfor), Komandan Satuan (Dansat) Brimob, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud), Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba), Kabid Profesi dan Pengamanan (Propam), serta Kepala Biro Logistik (Karolog).
Rotasi juga menyentuh jajaran kewilayahan. Tiga kapolres mengalami pergantian, yakni Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kapolres Jembrana, Kapolres Gianyar, dan Kapolres Bangli sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di tingkat kewilayahan.
Sesuai Surat Telegram Kapolri, seluruh pejabat yang dimutasi diwajibkan melaksanakan tugas pada jabatan baru paling lambat 14 hari sejak keputusan mutasi ditetapkan.
Mutasi dan promosi jabatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan karier Polri untuk memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme personel, serta memastikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum kepada masyarakat berjalan semakin optimal. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

