Pemerintah

MA Belum Buka Seleksi CASN 2026, Warga Diminta Waspadai Info Palsu

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menegaskan bahwa hingga saat ini belum membuka seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun Anggaran (TA) 2026, baik untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penegasan tersebut disampaikan Biro Hukum dan Humas MA melalui Siaran Pers Nomor 3/BUA.6/HM1.1.1/VIII/2026 tanggal 13 Agustus 2026, menyusul beredarnya informasi mengenai “40 jurusan paling dicari pada CPNS Mahkamah Agung Tahun 2026” di sejumlah platform media sosial.

Informasi tersebut beredar melalui akun Instagram, Facebook, dan TikTok studicpns.id pada 2 Agustus 2026. Konten yang dipublikasikan memuat sejumlah jabatan dan kualifikasi pendidikan yang disebut-sebut menjadi kebutuhan dalam seleksi CASN MA Tahun 2026.

MA memastikan informasi tersebut tidak berasal dari pengumuman resmi lembaga.

“Informasi berupa konten yang dimuat dalam akun media sosial studicpns.id dengan menampilkan daftar 14 nama jabatan beserta kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan dalam seleksi penerimaan CASN MA Tahun 2026 adalah tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat,” demikian ditegaskan MA dalam siaran persnya.

MA juga menegaskan tidak pernah mengesahkan ataupun bekerja sama dengan platform penyedia bimbingan belajar mana pun untuk mempublikasikan informasi mengenai kebutuhan jabatan, jurusan, maupun kualifikasi pendidikan dalam penerimaan CASN MA Tahun 2026.

Belum Ada Formasi dan Jadwal

Hingga 13 Agustus 2026, MA menyatakan belum terdapat pengumuman resmi mengenai kebutuhan formasi, persyaratan, maupun jadwal pendaftaran seleksi CASN MA Tahun 2026.

MA menjelaskan, daftar jabatan dan kualifikasi pendidikan yang beredar di media sosial tersebut sebenarnya merupakan bagian dari lampiran Pengumuman Seleksi CPNS MA TA 2024.

Dokumen lama tersebut kemudian digunakan oleh pihak tertentu sebagai referensi untuk mempublikasikan materi bimbingan belajar, kuis, maupun produk lainnya yang ditujukan kepada para lulusan perguruan tinggi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan informasi dari akun atau platform tidak resmi sebagai acuan dalam mempersiapkan pendaftaran CASN MA.

MA mengimbau masyarakat, khususnya calon peserta seleksi CASN, untuk memastikan seluruh informasi mengenai rekrutmen berasal dari kanal resmi pemerintah.

Informasi mengenai penerimaan CASN MA nantinya akan disampaikan melalui situs resmi MA, portal rekrutmen MA, portal resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta akun media sosial resmi MA.

MA juga mengingatkan pihak swasta agar tidak menggunakan logo, identitas visual, maupun foto pimpinan atau pejabat MA tanpa izin resmi untuk kepentingan komersial, promosi, atau pembuatan konten yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Lembaga peradilan tertinggi tersebut menegaskan tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial maupun materiil yang timbul akibat keikutsertaan masyarakat dalam bimbingan belajar atau transaksi dengan pihak ketiga yang mengatasnamakan pengadaan CPNS MA.

Sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dan menjaga kredibilitas informasi kelembagaan, MA menyatakan berhak mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu, menggiring opini publik secara menyesatkan, atau menyalahgunakan atribut resmi MA untuk kepentingan komersial tanpa izin.

MA mengajak masyarakat agar lebih cermat dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Setiap informasi mengenai seleksi CASN MA Tahun 2026 hendaknya dipastikan terlebih dahulu melalui kanal resmi MA dan BKN. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading