Hiburan

JKF 2026 Ditutup, Catat Transaksi Rp55 Miliar dan Dihadiri 15 Ribu Pengunjung

Jakarta – Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (5/7).

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta tersebut mencatat capaian positif dengan nilai transaksi mencapai Rp55 miliar serta menarik sekitar 15 ribu pengunjung.

Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, JKF 2026 menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas kreatif, akademisi, dunia usaha, lembaga keuangan, media, hingga masyarakat dalam satu ekosistem untuk memperkuat ekonomi kreatif dan mendorong transformasi Jakarta menuju kota global.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan penyelenggaraan JKF 2026 membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan fondasi penting dalam memperkuat daya saing ekonomi Jakarta di masa depan.

Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui semangat kolaborasi sebagaimana tercermin dalam kampanye #JagaJakarta.

“JKF membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan modal utama untuk membangun Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan. Semangat #JagaJakarta juga mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat,” ujar Uus.

Ia menambahkan, penyelenggaraan JKF memiliki arti strategis menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta sekaligus dalam proses transformasi ibu kota menuju salah satu kota global yang berdaya saing.

Karena itu, penguatan ekonomi kreatif, percepatan digitalisasi, inovasi, serta pemberdayaan UMKM akan terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, JKF diharapkan berkembang menjadi platform kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui perluasan akses pembiayaan, pembukaan pasar, akselerasi transformasi digital, hingga mendorong lahirnya wirausaha dan inovasi baru.

“Semangat kolaborasi yang terbangun melalui JKF diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan penutupan JKF bukanlah akhir dari sebuah festival, melainkan awal dari gerakan bersama untuk terus memperkuat ekonomi kreatif dan digitalisasi di Jakarta.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun selama penyelenggaraan JKF menjadi modal penting dalam menyongsong usia lima abad Jakarta sekaligus memperkuat posisi ibu kota sebagai pusat ekonomi nasional yang kompetitif di tingkat global.

“Momentum JKF diharapkan terus menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi di Jakarta. Lebih dari itu, semangat kolaborasi ini menjadi modal penting menyongsong lima abad Jakarta untuk mewujudkan kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan, JKF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang mengintegrasikan aspek promosi, edukasi, bisnis, hingga layanan publik.

Beragam program tersebut meliputi pameran UMKM, business matching, festival ekonomi kreatif, layanan publik, edukasi, serta berbagai kompetisi yang mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan.

Festival tersebut melibatkan sebanyak 377 tenant yang terdiri atas 290 tenant UMKM serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas yang berkolaborasi bersama 67 lembaga dan instansi.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai perlombaan yang diikuti sebanyak 1.940 peserta, antara lain Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, serta Festival Urban Farming.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan JKF 2026 berhasil mencatat total transaksi sebesar Rp55 miliar, termasuk transaksi business matching pembiayaan serta ekspor produk UMKM.

Selain itu, melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), berhasil dibangun komitmen pembiayaan perbankan kepada sektor korporasi senilai Rp575 miliar.

JKF 2026 juga menghasilkan komitmen kerja sama antara sektor perbankan dengan sineas muda yang tergabung dalam Jakarta Youth Film Festival sebagai upaya memperkuat industri kreatif, khususnya perfilman nasional.

Capaian tersebut semakin menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif, termasuk industri film dan musik, memiliki potensi besar sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat daya saing kota dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan JKF 2026, Pemprov DKI Jakarta bersama seluruh pemangku kepentingan berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut untuk mempercepat pertumbuhan UMKM, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan investasi, memperluas digitalisasi, serta mengantarkan Jakarta menjadi kota global yang maju, inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (Red/Alz/Foto: Ist.)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading