Olahraga

KONI Pusat Tinjau Sport Medicine RS Siloam Mampang, Dorong Penanganan Cedera Atlet Lebih Optimal

Jakarta – Kesehatan fisik menjadi faktor krusial dalam menjaga performa atlet, baik saat latihan maupun bertanding. Cedera yang dialami kerap berdampak pada penurunan semangat dan capaian prestasi, sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan terukur.

Dalam rangka memperkuat pemahaman terkait penanganan cedera atlet, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Ketua Bidang Kesehatan Olahraga, Rochmulyati, melakukan kunjungan ke fasilitas sport medicine di RS Siloam Mampang pada Kamis (12/3).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung fasilitas serta sistem pelayanan sport medicine dalam mendukung penanganan cedera dan proses pemulihan atlet secara optimal. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa magang sebagai bagian dari pembelajaran praktis di bidang kesehatan olahraga.

Rochmulyati menilai fasilitas sport medicine di RS Siloam Mampang cukup lengkap dan didukung tenaga medis serta trainer berpengalaman. Penanganan cedera dilakukan secara bertahap dan terkontrol, sehingga membantu atlet kembali ke kondisi terbaiknya.

ā€œDukungan sport medicine yang baik sangat penting dalam pembinaan olahraga prestasi. Dengan penanganan yang tepat, atlet diharapkan mampu meningkatkan performa dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional,ā€ ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pengembangan ilmu kesehatan olahraga. Menurutnya, mahasiswa magang yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan menjadi pionir dalam menyebarluaskan pemahaman tentang sport medicine kepada masyarakat.

ā€œKami berharap para mahasiswa ini dapat menjadi duta yang mengenalkan bagaimana atlet dapat berprestasi serta faktor-faktor yang menunjangnya,ā€ tambahnya.

Foto: Ist./Humas

Kedatangan rombongan KONI Pusat disambut oleh Grace Tumbelaka, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kesehatan Olahraga KONI Pusat sekaligus dokter di fasilitas sport medicine tersebut.

Grace menjelaskan bahwa penanganan cedera atlet dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari konsultasi awal hingga fase rehabilitasi lanjutan.

ā€œProsesnya dimulai dari konsultasi, kemudian masuk ke fase awal, fase menengah, hingga fase akhir rehabilitasi. Waktu pemulihan umumnya berkisar tiga hingga enam bulan, tergantung tingkat cedera dan respons tubuh atlet,ā€ jelasnya.

Melalui kunjungan ini, KONI Pusat berharap sistem penanganan cedera berbasis sport medicine dapat semakin diperkuat, sehingga mendukung keberlanjutan prestasi atlet Indonesia secara berkelanjutan. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *