Kabupaten/Kota

Pemkot Bogor Dukung PSEL, Dorong Solusi Sampah Jadi Energi Ramah Lingkungan

Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan sampah melalui pengolahan menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sebagai solusi berkelanjutan.

Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, yang menyebut Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam penandatanganan kesepakatan pembangunan PSEL di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Kuningan, Jakarta, Selasa (7/4).

Dalam kesempatan itu, diungkapkan bahwa timbulan sampah di wilayah Jabodetabek mencapai sekitar 15.000 ton per hari, sementara di Bandung Raya sekitar 5.000 ton per hari.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut positif peluang yang dibuka melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan PSEL.

Menurutnya, regulasi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menghadirkan solusi konkret dan menyeluruh terhadap persoalan sampah.

Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang berpeluang mengembangkan PSEL sebagai sumber energi alternatif berbasis sampah, termasuk melalui kerja sama regional dengan daerah sekitar.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan kesiapan Kota Bogor dalam mendukung program tersebut, sekaligus mendorong penyelesaian persoalan sampah secara terintegrasi di wilayah Bogor Raya hingga kawasan aglomerasi Bandung Raya.

“Ini menjadi peluang besar untuk menyelesaikan persoalan sampah secara bersama-sama, tidak hanya di Kota Bogor, tetapi juga di wilayah Bogor Raya dan aglomerasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Bogor juga telah mengusulkan pembangunan fasilitas PSEL di kawasan Kayumanis. Fasilitas tersebut direncanakan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik sebesar 10 hingga 15 megawatt.

Melalui pengembangan PSEL, penanganan sampah diharapkan tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Pemkot Bogor menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah sekitar, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Alz/Foto: Ist./Diskominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *