Sosok

Rektor UIII Raih Penghargaan Bergengsi Jepang, Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia

Depok – Pemerintah Jepang menganugerahkan The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon (Bintang Matahari Terbit) kepada Jamhari Makruf, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang melalui jalur pendidikan, riset, serta dialog keislaman.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah Jamhari yang selama lebih dari dua dekade konsisten mengembangkan diplomasi berbasis akademik dan komunitas, khususnya di kalangan masyarakat Muslim Indonesia.

Sekretaris Universitas UIII, Chaider S. Bamualim, menyatakan capaian tersebut menegaskan peran strategis institusi pendidikan keagamaan dalam mendukung diplomasi global Indonesia.

“Ruang akademik, pesantren, dan forum keilmuan terbukti menjadi medium efektif dalam membangun saling pengertian antarbangsa,” ujarnya di Depok, Kamis (30/4).

Diplomasi Pesantren

Salah satu kontribusi penting Jamhari adalah merintis program kunjungan pimpinan pondok pesantren ke Jepang sejak 2004 melalui Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM).

Program ini memungkinkan para pengasuh pesantren mempelajari langsung kehidupan masyarakat Jepang, mulai dari etos kerja, tata kelola sosial, hingga kemajuan teknologi.

Sekembalinya ke Indonesia, para peserta mengimplementasikan pengalaman tersebut dalam pendidikan pesantren dan kehidupan masyarakat. Pendekatan ini dinilai sebagai praktik people-to-people diplomacy yang berkelanjutan dan berdampak luas.

“Model ini sejalan dengan penguatan moderasi beragama dan peningkatan wawasan global di tingkat akar rumput,” jelas Chaider.

Peran Cendekiawan dalam Diplomasi Global

Selain itu, Jamhari juga aktif menjadi narasumber dalam berbagai forum akademik di Jepang. Kepakarannya dalam bidang Islam, demokrasi, dan dinamika sosial-politik Indonesia menjadikannya referensi penting dalam memahami kawasan Asia Tenggara.

Peran tersebut menunjukkan bahwa kalangan akademisi perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) dapat berfungsi sebagai bridge builder dalam hubungan internasional, melengkapi diplomasi formal pemerintah melalui pendekatan berbasis pengetahuan dan dialog lintas budaya.

Dorong Internasionalisasi Kampus

Sebagai pimpinan UIII, Jamhari juga mendorong penguatan jejaring global melalui kerja sama akademik, riset kolaboratif, serta pertukaran dosen dan mahasiswa, termasuk dengan berbagai perguruan tinggi di Jepang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan UIII sebagai pusat kajian Islam dan ilmu sosial berkelas dunia yang terbuka, interdisipliner, dan terhubung secara internasional.

Penganugerahan Bintang Matahari Terbit ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi keagamaan memiliki kontribusi nyata dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia dan seluruh PTKI untuk terus mengembangkan diplomasi berbasis pendidikan, riset, dan nilai-nilai keislaman yang inklusif.

“Ke depan, diharapkan semakin banyak pemimpin pendidikan Islam Indonesia yang tampil sebagai duta peradaban dan memperkuat dialog lintas budaya di tingkat internasional,” pungkas Chaider. (Gate 13/Foto: Ist./Kemenag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *