Komunitas

Perkuat Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kanim Bogor Hadirkan Galeri Produk Warga Binaan

Bogor – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus memperkuat sinergi antara fungsi keimigrasian dan pemasyarakatan melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu implementasinya diwujudkan melalui kehadiran Galeri Warga Binaan Pemasyarakatan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bogor, Jawa Barat, yang menjadi etalase pemasaran berbagai produk hasil karya warga binaan dari lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara.

Galeri yang mulai beroperasi untuk masyarakat tersebut menghadirkan beragam produk hasil pembinaan keterampilan warga binaan, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, makanan olahan, hingga berbagai hasil usaha kreatif lainnya yang dapat dibeli secara langsung oleh masyarakat maupun melalui katalog yang telah disediakan.

Kepala Kanim Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, mengatakan keberadaan galeri tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Imigrasi terhadap program pembinaan kemandirian yang dijalankan jajaran Pemasyarakatan di bawah naungan Kemenimipas.

Menurutnya, pembinaan terhadap warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan, produktivitas, dan kesiapan mereka agar mampu kembali berperan aktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

“Galeri Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa proses pembinaan mampu melahirkan karya yang bernilai. Semoga inisiatif ini dapat menjadi ruang apresiasi sekaligus motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujar Ritus, Sabtu (4/7).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Bogor, Stephanie Arimitry, menjelaskan bahwa galeri tersebut menampilkan berbagai produk hasil karya warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat.

Ia berharap keberadaan galeri mampu memperluas akses pemasaran sehingga produk-produk hasil pembinaan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus memberikan semangat bagi warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas hasil karyanya.

“Galeri karya warga binaan yang ada di Kanim Bogor ini diresmikan secara langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pengunjung dapat membeli secara langsung maupun melihat-lihat produk yang tersedia melalui katalog yang telah disediakan,” kata Stephanie.

Keberadaan Galeri Warga Binaan Pemasyarakatan sekaligus menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara fungsi Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan.

Selain membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan kerja, Kemenimipas juga membangun sistem pemasaran yang lebih luas agar produk hasil pembinaan mampu bersaing di tengah masyarakat.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk warga binaan, tetapi juga memperkuat proses reintegrasi sosial ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Kanim Kelas I Non TPI Bogor turut mengimplementasikan salah satu dari 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam mendukung pemasaran produk hasil karya warga binaan sebagai bagian dari upaya membangun pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kemenimipas berharap sinergi antara Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui berbagai program pemberdayaan seperti ini dapat terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan kualitas pembinaan, mendorong kemandirian warga binaan, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam memberikan apresiasi terhadap hasil karya yang lahir dari proses pembinaan tersebut. (Gate 13/Foto: Ist./Humas)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading