Mutasi Polri 2026, Brigjen Pol I Made Sukawijaya Dipercaya Perkuat Keamanan Maritim Nasional
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggulirkan mutasi jabatan pada awal 2026 sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi dan penguatan kepemimpinan.
Kebijakan tersebut tertuang dalam dua surat telegram, yakni ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026 dan ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari 2026.
Mutasi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk di sektor maritim yang memiliki dimensi nasional dan internasional.
Salah satu perwira yang mendapat amanah penting adalah I Made Sukawijaya. Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 Batalyon Wira Pratama tersebut dipercaya menjabat sebagai Direktur Kepolisian Perairan (Dirpolair) pada Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) di bawah Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri.
Penugasan ini menempatkan Sukawijaya pada posisi sentral dalam pengendalian operasi kepolisian di wilayah perairan.
Dirpolair memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga stabilitas keamanan laut, termasuk penegakan hukum terhadap kejahatan lintas negara seperti illegal fishing, penyelundupan, serta berbagai pelanggaran di jalur pelayaran internasional.
Tantangan yang dihadapi tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan dinamika geopolitik kawasan. Oleh karena itu, peran Dirpolair dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif dan kolaboratif dengan berbagai instansi terkait.
Sukawijaya dinilai memiliki kapasitas tersebut, mengingat rekam jejaknya yang kuat di bidang kepolisian perairan. Ia mengawali pengalaman operasional laut sebagai Komandan Kapal A2-1 di Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri pada 2010.
Selanjutnya, pada 2012, ia bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau sebagai Pamen, sebelum dipercaya sebagai Kepala Satuan Patroli (Kasatrol) Ditpolair. Wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan jalur internasional menjadi ruang pembelajaran penting dalam pengawasan keamanan laut.
Pada 2013, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditpolair Polda Kepulauan Riau. Dalam posisi ini, ia berada di garis depan dalam penanganan berbagai tindak pidana maritim.
Selain itu, pengalaman sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buleleng turut memperkaya perspektif kepemimpinannya, khususnya dalam pengelolaan keamanan wilayah pesisir yang dinamis.
Kini, dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol), Sukawijaya diharapkan mampu memperkuat kebijakan keamanan maritim nasional melalui peningkatan patroli laut, optimalisasi penegakan hukum, serta penguatan kapasitas organisasi yang berbasis teknologi dan profesionalisme. (Gate 13/Foto: Istimewa)

