Hukum

Komdigi Ungkap Modus Baru Spam Judi Online, Kini Bidik Influencer Daerah di Berbagai Platform Digital

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap perkembangan baru dalam pola penyebaran promosi judi online (judol) di ruang digital.

Berdasarkan hasil analisis terbaru, operasi spam kini tidak lagi hanya menyasar satu platform media sosial, melainkan dilakukan secara bersamaan di berbagai platform dengan target utama influencer dan kreator konten daerah.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Kementerian Komdigi, Selasa (1/7), Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan pola penyebaran spam judi online mengalami perubahan signifikan dibandingkan sebelumnya.

“Kami mendeteksi perluasan operasi spam judi online kini tidak lagi terbatas pada satu platform digital saja. Selain Instagram, aktivitas serupa juga teridentifikasi secara bersamaan di TikTok, Facebook, X dan YouTube,” ujar Alexander, Selasa (30/6).

Sebelumnya, Komdigi telah mengidentifikasi penyebaran komentar promosi judi online yang memanfaatkan akun-akun tidak autentik serta mesin otomatis (bot) di berbagai platform media sosial.

Modus tersebut dilakukan melalui komentar berulang dengan berbagai variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem moderasi otomatis.

Seiring meluasnya operasi tersebut, sasaran penyebaran juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya lebih banyak menyasar akun media sosial milik pemerintah, kini pelaku secara aktif mengincar influencer dan kreator konten daerah yang memiliki jumlah pengikut tinggi.

“Sekitar 52 persen target spam judi online mengarah pada akun-akun influencer daerah karena audiensnya dinilai memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, keterlibatan yang kuat dengan kreator, serta moderasi komentar yang relatif lebih rendah. Kondisi ini membuat komentar promosi judi online berpotensi bertahan lebih lama dan menjangkau lebih banyak pengguna,” jelas Alexander.

Komdigi mencatat Instagram dan TikTok menjadi platform dengan volume serangan tertinggi karena tingginya jumlah kreator konten daerah yang aktif. Sebaliknya, Threads belum menjadi sasaran utama lantaran basis penggunanya masih relatif lebih kecil.

Menurut Komdigi, temuan tersebut menunjukkan bahwa pelaku terus menyesuaikan strategi penyebaran dengan mengikuti pola konsumsi media sosial masyarakat.

Alexander juga mengungkapkan bahwa operasi spam tersebut dijalankan menggunakan mesin otomatis berbasis bot yang berasal dari India dan Brasil, serta dikendalikan oleh jaringan agen warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi bagian dari ekosistem white-label.

“Seluruh operasi ini dijalankan menggunakan mesin otomatis berbasis bot dari India dan Brazil, dikendalikan oleh jaringan agen WNI yang merupakan bagian dari ekosistem white-label dengan lebih dari 138 agen aktif. Selama Piala Dunia berlangsung hingga 19 Juli 2026, potensi eskalasi masih sangat terbuka,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, Komdigi terus memperkuat koordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) guna mempercepat penanganan akun-akun yang terindikasi menyebarkan promosi judi online.

“Kami mengimbau seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memperkuat moderasi konten secara proaktif, meningkatkan deteksi terhadap aktivitas akun tidak autentik, serta mempercepat penanganan komentar dan konten yang mengandung unsur promosi judi online,” tegas Alexander.

Selain memperkuat koordinasi dengan platform digital, Komdigi juga mengajak masyarakat agar tidak mengakses, membagikan, maupun berinteraksi dengan konten promosi judi online. Upaya pemberantasan judi online, menurut Komdigi, membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyelenggara platform digital, hingga masyarakat.

“Partisipasi aktif masyarakat melaporkan akun atau konten yang terindikasi melanggar menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku dan menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan sehat,” tutup Alexander. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Komdigi)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading