Edukasi

Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Ideologi Pelajar SMAN 34 Jakarta melalui Sosialisasi Pencegahan Paham IRET

Jakarta – Direktorat Pencegahan (Dit Cegah) Densus 88 Antiteror Polri bersama Satgaswil (SGW) DKI Jakarta memperkuat ketahanan ideologi generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Kebangsaan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 34 Jakarta, Selasa (15/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta didik baru tersebut dipadukan dengan sosialisasi Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.

Hadir sebagai narasumber AKP Tri Husada Wahyu A., alumni SMAN 34 Jakarta, didampingi personel Dit Cegah Densus 88 AT Polri Briptu Suryadi, S.H., serta personel SGW DKI Jakarta Briptu M. Iqbal, S.H.

Kegiatan turut dihadiri Kombes Pol. Moh. Dofir, S.Ag., S.H., M.H., AKP Mirza Triyuna Putra, S.Kom., M.H., M.T.I., dan Ketua Panitia MPLS SMAN 34 Jakarta, Arif.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta memperoleh penguatan wawasan kebangsaan sekaligus edukasi mengenai bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Materi yang disampaikan meliputi pola penyebaran, indikator kerentanan, serta langkah-langkah pencegahan guna membentuk karakter pelajar yang kritis, inklusif, dan memiliki komitmen kuat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan gawai secara bijak sesuai Surat Edaran Kemendikdasmen.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, meningkatkan fokus peserta didik, serta meminimalkan penyalahgunaan media digital sebagai sarana penyebaran konten negatif, termasuk paham IRET.

Melalui kegiatan ini, Dit Cegah Densus 88 AT Polri, Satgaswil DKI Jakarta, dan SMAN 34 Jakarta memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan tangguh terhadap berbagai ancaman ideologi.

Kolaborasi tersebut menjadi implementasi nyata pendekatan Whole of Government dan Whole of Society dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran paham IRET di lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat ketahanan ideologi generasi muda Indonesia. (Red/Alz/Foto: Ist./DivHumas)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading