Dunia Akademik dan Politik Indonesia Kehilangan Airlangga Pribadi Kusman
Jakarta – Dunia akademik dan politik Indonesia berduka. Pakar politik sekaligus akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Airlangga yang akrab disapa Angga meninggal dunia pada pukul 13.35 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto. Kabar kepergian akademisi kelahiran Jombang, 23 November 1976, tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sivitas akademika Unair, kolega, serta masyarakat yang selama ini mengikuti pemikiran dan kiprahnya dalam kajian politik Indonesia.
Airlangga tercatat masih menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Ilmu Politik FISIP Unair sekaligus dosen Departemen Politik FISIP Unair. Selama berkiprah di lingkungan akademik, ia dikenal aktif mengkaji dinamika politik Indonesia dan menyampaikan pandangan akademiknya melalui berbagai forum ilmiah, diskusi publik, serta media massa nasional.
Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Airlangga. Ia mengenang almarhum sebagai sosok dosen yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas akademiknya di Universitas Airlangga.
“Angga adalah termasuk dosen yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Airlangga,” ujar Madyan.
Keluarga besar Unair juga menyampaikan duka cita atas kehilangan salah satu akademisi yang selama ini dikenal memiliki perhatian kuat terhadap persoalan demokrasi dan keadilan sosial.
Jejak Akademik dan Pemikiran
Airlangga Pribadi Kusman lahir di Jombang pada 23 November 1976. Ketertarikannya terhadap bidang sosial dan politik membawanya menempuh pendidikan di bidang ilmu politik hingga meraih gelar doktor bidang politik dari Murdoch University, Australia, pada 2016.
Sepulang dari Australia, ia mencurahkan kepakaran dan pengabdiannya di Departemen Politik FISIP Unair. Kiprahnya tidak terbatas pada aktivitas pengajaran di ruang kuliah. Airlangga juga dikenal aktif membedah berbagai persoalan politik dan demokrasi Indonesia melalui penelitian, karya ilmiah, forum akademik, dan diskusi publik.
Pemikirannya mengenai politik, demokrasi, kekuasaan, dan persoalan sosial kerap menjadi rujukan dalam pemberitaan media serta berbagai forum intelektual. Ia dikenal sebagai akademisi yang konsisten menyampaikan pandangan berdasarkan perspektif keilmuan dan kepakarannya.
Dalam perjalanan akademiknya, Airlangga juga dikenal sebagai intelektual yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan demokrasi dan keadilan sosial. Karena itu, kepergiannya tidak hanya dirasakan sebagai kehilangan bagi keluarga dan Unair, tetapi juga bagi ruang intelektual Indonesia.
Catatan perjalanan akademiknya menunjukkan dedikasi yang panjang terhadap pengembangan ilmu politik. Ia lahir dan tumbuh sebagai akademisi yang tekun, kemudian mengembangkan kepakarannya hingga berada di posisi penting dalam lingkungan akademik FISIP Unair.
Kepergian Airlangga Pribadi Kusman pada usia 49 tahun menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan tinggi. Namun, pemikiran, karya ilmiah, pandangan kritis, serta kontribusinya dalam berbagai forum akademik akan tetap menjadi bagian dari jejak intelektual yang dapat dikenang dan dipelajari generasi berikutnya.
Bagi keluarga besar Unair, kepergian Airlangga meninggalkan ruang duka sekaligus penghormatan atas pengabdian seorang dosen yang dikenal berdedikasi.
Bagi dunia politik dan intelektual Indonesia, kepergiannya mengingatkan kembali pentingnya keberadaan akademisi yang mampu menghadirkan perspektif ilmiah dalam membaca berbagai persoalan bangsa.
Selamat jalan, Airlangga Pribadi Kusman.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafan, diterima seluruh amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Dedikasi, pemikiran, dan karya intelektualnya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan akademik Universitas Airlangga dan khazanah pemikiran politik Indonesia. (Red/Gate 13/Foto: Dok. Unair)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
