Pemerintah Permudah Penyaluran BLT Kesra melalui Digitalisasi Layanan Pos
Badung – Jutaan keluarga penerima Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kini dapat menerima bantuan dengan cepat, aman, dan manusiawi berkat sistem digital yang diterapkan pemerintah.
Sistem ini menghilangkan kebutuhan antre berjam-jam di kantor pos, sekaligus memastikan bantuan sampai tepat sasaran, termasuk ke wilayah terpencil.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menjelaskan, bahwa pemerintah menggunakan sistem undangan melalui surat elektronik dan cetak berbarcode untuk mempercepat layanan.
“Penerima bansos tidak perlu antre mengular karena memakai sistem undangan, dan pelayanannya lebih cepat,” ujar Meutya saat meninjau Kantor Layanan Pos Universal (LPU) Blahkiuh di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (2/11).
Pemerintah juga memastikan bantuan dapat diterima oleh penerima yang tidak bisa hadir langsung di titik penyaluran, dengan pengantaran langsung ke alamat rumah jika diperlukan.
“Dari 35 juta keluarga penerima manfaat, sekitar 17 hingga 18 juta keluarga menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia. Digitalisasi ini membantu PT Pos Indonesia, perusahaan layanan pos dan logistik nasional, meningkatkan efisiensi layanan serta mempercepat distribusi bantuan sosial,” pungkasnya.
Plt Direktur Utama (Dirut) PT Pos Indonesia Haris menambahkan transformasi perusahaan kini menjangkau layanan logistik dan keuangan digital.
Dengan sistem yang terintegrasi, penerima BLT cukup membawa surat undangan berpindai barcode dan identitas resmi ke Kantor Pos. Petugas akan memverifikasi data lewat aplikasi dan langsung menyalurkan bantuan secara tepat.
Menteri Meutya menekankan bahwa pendekatan pelayanan harus dilakukan dengan empati dan kepedulian agar para penerima merasa dihargai dan dibantu dengan penuh rasa kemanusiaan. (Gate 13/Foto: Ist.)

