Edukasi

Siswa MAN 1 Medan Tembus Kampus Top Dunia, Bukhari Raih Beasiswa di Monash University Australia

Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Bukhari Farasdi Harahap, siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan (MAN 1 Medan), dinyatakan lulus dan diterima dengan beasiswa di Monash University (universitas riset global berbasis di Melbourne, Australia) pada 12 March 2026. Perguruan tinggi tersebut dikenal sebagai salah satu kampus Top 30 dunia.

Tak hanya sekadar lolos seleksi, Bukhari berhasil menembus program studi yang sangat kompetitif, yakni Bachelor of Applied Data Science Advanced (Honours), bidang yang berfokus pada analisis data tingkat lanjut untuk kebutuhan industri dan pemerintahan.

Dilansir poral kemenag.go.id, Selasa 917/3), kabar kelulusan itu diterima Bukhari dalam suasana yang penuh haru. Ia mengaku mendapatkan email resmi dari pihak kampus saat sedang menunggu waktu berbuka puasa.

“Saya sedang scroll handphone, tiba-tiba ada email masuk dari Monash University. Saya terkejut sekaligus sangat bersyukur kepada Allah SWT. Yang langsung terlintas di pikiran saya adalah kesiapan untuk menuntut ilmu di Australia,” ujarnya mengenang momen tersebut.

Ketertarikan Bukhari pada bidang Data Science (ilmu pengolahan dan analisis data untuk menghasilkan informasi strategis) tidak datang secara tiba-tiba. Ia mengaku mulai mendalami bidang tersebut setelah aktif mencari informasi pendidikan luar negeri melalui media sosial, kemudian melakukan riset mandiri untuk menyesuaikan minatnya dengan perkembangan dunia digital.

“Di era digital, hambatan informasi semakin terbuka. Saya memilih Applied Data Science karena ingin memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Utara dan Indonesia. Saya bermimpi dapat mengembangkan sistem analisis data untuk pemerintah daerah (pemda) serta mendorong digitalisasi di sektor pendidikan,” tegasnya.

Selain aktif di sekolah, Bukhari juga diketahui mengikuti bimbingan belajar di Basecamp 05 (lembaga bimbingan belajar nonformal), yang turut menunjang persiapannya menuju perguruan tinggi luar negeri.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi MAN 1 Medan. Kepala Madrasah, Reza Faisal, S.Pd, M.PMat, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari sistem pendidikan madrasah yang berorientasi global.

“Kami di MAN 1 Medan secara konsisten membekali siswa dengan kemampuan bahasa internasional melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti English Club (klub bahasa Inggris), Deutsch Club (klub bahasa Jerman), hingga Arabic Club (klub bahasa Arab). Ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan intensif dari para guru, khususnya di bidang Bahasa Inggris, serta kebiasaan mengikuti kompetisi internasional menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan siswa.

“Bukhari adalah contoh nyata bahwa perpaduan antara nilai spiritualitas madrasah dan penguasaan teknologi mampu mengantarkan siswa menembus kampus-kampus elit dunia seperti Monash,” katanya.

Meski akan melanjutkan studi di Melbourne (kota di Negara Bagian Victoria, Australia), Bukhari menegaskan tetap akan menjaga identitas dan nilai-nilai yang telah ia pelajari. Ia berkomitmen membawa kedisiplinan, semangat kompetisi, serta etika keagamaan selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Dukungan keluarga, mulai dari orang tua, saudara, hingga nenek, menjadi fondasi utama yang menguatkan langkahnya, terutama saat menghadapi berbagai tantangan dalam proses pendaftaran.

Di akhir pernyataannya, Bukhari mengajak rekan-rekannya untuk tidak ragu bermimpi besar.

“Bermimpilah setinggi-tingginya, namun jangan lupa bangun untuk mewujudkannya. Teruslah menuntut ilmu, berdoa, dan jangan pernah gagap teknologi,” pungkasnya. (Red/Mh/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *