158.840 Warga Depok Sudah Aktivasi IKD
Depok – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok terus mendorong masyarakat melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), seiring ditunjuknya Kota Depok sebagai salah satu daerah uji coba program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Kepala Disdukcapil Kota Depok, Mary Liziawati, mengatakan hingga 15 September 2026 tercatat sebanyak 158.840 warga telah melakukan aktivasi IKD.
Jumlah tersebut setara dengan 10,44 persen dari total 1.520.894 warga yang masuk dalam rekam dinamis. Sementara jika dibandingkan dengan jumlah pemilik telepon seluler pintar (smartphone) sebanyak 731.875 jiwa, capaian aktivasi IKD mencapai 21,70 persen.
“Untuk mendukung uji coba Perlinsos Digital, kami mengimbau masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM), untuk segera melakukan aktivasi IKD,” ujar Mary, dilansir portal berita.depok.go.id, Kamis (17/9/2026).
Menurut Mary, kepemilikan akun IKD menjadi penting karena akan digunakan sebagai salah satu pintu akses masyarakat menuju portal Perlinsos Digital.
Karena itu, masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD diimbau segera memanfaatkan layanan yang disediakan Disdukcapil Kota Depok. Aktivasi dapat dilakukan dengan datang ke SDP Kecamatan, layanan Disdukcapil lantai 1, Mal Pelayanan Publik (MPP), maupun layanan drive-thru Defast.
Berdasarkan data Disdukcapil, Kecamatan Sawangan mencatat jumlah aktivasi IKD terbanyak, yakni 20.924 jiwa. Berikutnya Pancoran Mas sebanyak 20.288 jiwa, Tapos 18.953 jiwa, dan Sukmajaya 18.753 jiwa. Sementara jumlah aktivasi terendah tercatat di Kecamatan Cinere dengan 5.616 jiwa.
Jika dilihat dari persentase terhadap jumlah warga dalam rekam dinamis, Sawangan juga mencatat capaian tertinggi sebesar 15,28 persen. Selanjutnya Limo 13,29 persen, Cipayung 11,24 persen, Cilodong 11,14 persen, dan Pancoran Mas 10,87 persen.
Sebaliknya, Kecamatan Bojongsari menjadi wilayah dengan persentase aktivasi terendah, yakni 6,99 persen terhadap jumlah warga dalam rekam dinamis.
“Kalau berdasarkan pemilik smartphone, di Sawangan sudah mencapai 32,22 persen. Kemudian Limo 27,54 persen dan Cipayung 23,54 persen,” jelas Mary.
Pada tingkat kelurahan, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, mencatat jumlah aktivasi terbanyak dengan 5.343 warga. Disusul Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, sebanyak 5.283 warga dan Kelurahan Pancoran Mas sebanyak 5.164 warga.
Adapun berdasarkan persentase terhadap rekam dinamis, capaian tertinggi berada di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, sebesar 17,52 persen. Jika dibandingkan dengan jumlah pemilik smartphone, capaian aktivasi IKD di wilayah tersebut mencapai 37,48 persen.
Di sisi lain, Kelurahan Bojongsari Baru mencatat persentase aktivasi terendah, yakni 5,76 persen dari rekam dinamis atau 12,06 persen dari jumlah pemilik smartphone, dengan total 534 aktivasi.
Mary berharap semakin banyak masyarakat melakukan aktivasi IKD sehingga dapat mendukung pemanfaatan layanan digital pemerintah, termasuk dalam pelaksanaan uji coba Perlinsos Digital.
“Kami mengajak masyarakat, terutama para penerima bansos, untuk segera mengaktifkan IKD. Dengan begitu, ketika layanan Perlinsos Digital diterapkan, masyarakat sudah siap mengakses layanan yang disediakan,” tandasnya. (Red/Alz/Foto: Ist./Diskominfo)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
