Lemhanas RI Gandeng Unmas Denpasar Perkuat Wawasan Kebangsaan
Denpasar – Geopolitik internasional bukan semata-mata persoalan hubungan antarnegara. Perkembangannya turut memengaruhi harga energi, ketahanan pangan, rantai pasok, keamanan informasi, hingga arus informasi di media sosial.
Relevansi persoalan global terhadap kehidupan sehari-hari tersebut menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026).
Unmas Denpasar menjadi tuan rumah agenda nasional strategis yang mengangkat tema “Geopolitik Internasional dan Wawasan Kebangsaan”. Kegiatan berlangsung secara hibrida di Auditorium Saraswati dan menghadirkan Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., sebagai pemateri kuliah umum.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Rektor Unmas Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., sebelum dilanjutkan dengan kuliah umum yang membahas pentingnya pemahaman generasi muda terhadap dinamika geopolitik internasional dan kaitannya dengan ketahanan nasional.

Perkembangan situasi internasional memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga energi, persoalan ketahanan pangan dan rantai pasok, perkembangan teknologi dan data, serta dinamika arus informasi merupakan sejumlah aspek yang menunjukkan bahwa perubahan di tingkat global dapat membawa konsekuensi hingga tingkat nasional dan kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks tersebut, pemahaman geopolitik menjadi penting bagi generasi muda agar mampu membaca perkembangan dunia secara lebih komprehensif, memahami posisi dan kepentingan Indonesia, serta melihat keterkaitan antara dinamika internasional dan tantangan nasional.
Selain pemahaman terhadap geopolitik, kemampuan berpikir kritis dan literasi digital juga menjadi kebutuhan penting. Di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial, generasi muda dituntut mampu memilah informasi, menilai sumber secara cermat, serta menyikapi perkembangan global secara objektif dan bertanggung jawab.
Penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan tersebut. Pemahaman terhadap kepentingan nasional perlu berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap perkembangan global, sehingga generasi muda mampu membangun perspektif yang luas tanpa kehilangan orientasi kebangsaan.

Kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Unmas Denpasar juga menandai penguatan hubungan kelembagaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Lemhannas RI dan Unmas Denpasar.
Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari sinergi kedua institusi dalam mendukung penguatan wawasan kebangsaan dan pemahaman geopolitik di lingkungan perguruan tinggi.
Bagi Unmas Denpasar, penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan komitmen sebagai Kampus Berdampak, yakni mendorong peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang berwawasan global, berintegritas, memiliki kesadaran kebangsaan, serta mencintai Tanah Air.
Melalui forum akademik tersebut, pemahaman geopolitik diharapkan tidak berhenti pada pengenalan dinamika internasional, tetapi juga menjadi landasan bagi mahasiswa untuk berpikir kritis, memahami tantangan nasional, dan mengambil bagian secara bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Gate 13/Foto: Ist./Dok.)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
