Cegah Narkoba, Jakarta Timur Perkuat Program Sekolah Bersinar
Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui Sosialisasi Program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba) Angkatan Pertama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan aman.
Sosialisasi yang diselenggarakan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Jakarta Timur tersebut berlangsung di Aula H. Agus Salim, SMAN 113 Jakarta, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto dan diikuti 95 peserta yang merupakan perwakilan dari 16 sekolah di wilayah kerja Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Kombes Pol. Almaz B. Arrasuli dan motivator H. Hadis Saja, untuk memberikan pemahaman serta penguatan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Dalam sambutannya, Kusmanto menegaskan bahwa pencegahan narkoba harus dilakukan melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran sejak usia sekolah. Menurutnya, pemahaman mengenai ancaman peredaran gelap narkotika sangat penting agar pelajar mampu melindungi diri dari pengaruh yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan mereka.
“Edukasi ini sangat krusial agar para pelajar yang sedang berjuang menuntut ilmu tidak terganggu, terpengaruh, maupun terseret dalam penyalahgunaan narkotika. Hal ini penting guna memastikan mereka dapat meraih cita-cita sesuai harapan orang tua dan para guru,” kata Kusmanto.
Melalui Program Sekolah Bersinar, pemerintah daerah berupaya memperkuat peran lingkungan pendidikan dalam membangun kesadaran pelajar mengenai bahaya narkoba. Kegiatan sosialisasi juga diharapkan dapat mendorong para peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Timur Eliazer Hutapea, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Horale Tua Simanullang, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto, Lurah Lubang Buaya Latiful Syamsi, Ketua FKKS Jakarta Timur H. Syamsul Bahri, serta Kepala SMAN 113 Jakarta Ismail.
Apresiasi Pendidikan Lingkungan di SMAN 113
Selain membuka sosialisasi pencegahan narkoba, Kusmanto bersama jajaran meninjau kegiatan pendidikan lingkungan yang dikembangkan SMAN 113 Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan panen terung dan sejumlah sayuran hasil pertanian perkotaan (urban farming), serta memanen ikan nila yang dibudidayakan di lingkungan sekolah.
Kusmanto memberikan apresiasi atas upaya SMAN 113 Jakarta dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih, produktif, dan berwawasan lingkungan, termasuk sebagai bagian dari kesiapan menghadapi penilaian Adipura.
Sekolah tersebut dinilai telah menerapkan sejumlah kegiatan pengelolaan lingkungan, seperti pemilahan sampah, pengembangan pertanian perkotaan, dan budidaya perikanan.
Menurut Kusmanto, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung kebersihan dan penghijauan sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman serta keterampilan praktis kepada para siswa.
Ia berharap berbagai kegiatan positif itu dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter pelajar yang sehat, kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
“Dengan adanya variasi kegiatan seperti urban farming dan pengelolaan sampah, para pelajar tidak merasa jenuh dalam menjalani proses belajar mengajar harian, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang sehat, terampil, dan berwawasan lingkungan,” ujar Kusmanto.
Melalui penguatan Program Sekolah Bersinar yang disertai kegiatan pendidikan lingkungan, Pemkot Administrasi Jakarta Timur berharap sekolah dapat menjadi ruang yang mendukung perkembangan generasi muda, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun pembentukan karakter.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan lingkungan sekolah dalam melindungi pelajar dari bahaya narkoba serta mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab. (Red/Mh/Foto: Ist.)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
