Pemerintah

Kapolri dan Menhub Perkuat Pengamanan Nataru dan Lebaran

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan pengamanan, keselamatan transportasi, serta kelancaran mobilitas masyarakat menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), yang kemudian disusul periode mudik dan arus balik Lebaran 2027.

Penguatan kerja sama tersebut menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan jajaran Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan kedua institusi menghadapi peningkatan aktivitas perjalanan masyarakat pada periode libur nasional dan hari besar keagamaan.

Kapolri didampingi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Pol. Roycke Harry Langie, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin, serta Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Kakorpolairud) Baharkam Polri Irjen Pol. Anwar.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menegaskan pentingnya melanjutkan sinergi yang selama ini telah dibangun antara Polri dan Kementerian Perhubungan, khususnya dalam menghadapi periode meningkatnya mobilitas masyarakat.

Menurutnya, koordinasi antarlembaga perlu terus ditingkatkan agar berbagai persiapan pengamanan, pengaturan lalu lintas, dan pelayanan transportasi dapat berjalan lebih optimal.

“Kami mendapatkan kunjungan dari Bapak Menteri Perhubungan dan jajaran. Kita lanjutkan sinergitas dan kolaborasi yang sudah kita tempuh selama ini agar bisa lebih maksimal lagi. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki momentum-momentum besar seperti Nataru, kemudian berlanjut dengan Lebaran yang waktunya juga tidak terlalu lama setelah itu,” terang Kapolri.

Periode Natal dan Tahun Baru serta Lebaran merupakan dua momentum yang secara umum ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat antardaerah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun berbagai moda angkutan umum.

Peningkatan aktivitas perjalanan tersebut membutuhkan kesiapan pengelolaan lalu lintas, pelayanan angkutan umum, pengawasan keselamatan transportasi, serta koordinasi pengamanan di berbagai titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

Dalam konteks tersebut, kerja sama antara Polri dan Kementerian Perhubungan memiliki peran penting untuk mendukung kelancaran perjalanan sekaligus mengurangi risiko gangguan keamanan dan keselamatan pengguna transportasi.

Selain membahas kesiapan menghadapi Nataru dan Lebaran, pertemuan tersebut turut menyoroti penguatan koordinasi dalam penanganan kecelakaan transportasi di sektor darat, laut, dan udara.

Penanganan kecelakaan membutuhkan koordinasi antara aparat kepolisian, otoritas transportasi, pengelola sarana dan prasarana, serta instansi terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Dalam sektor transportasi darat, salah satu perhatian utama adalah keselamatan berlalu lintas, mengingat tingginya mobilitas kendaraan pada periode libur panjang dapat meningkatkan kebutuhan pengawasan dan pengaturan perjalanan.

Kapolri menegaskan bahwa Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk menangani berbagai persoalan lalu lintas yang masih menjadi perhatian masyarakat.

“Pak Korlantas juga akan senantiasa bekerja sama dalam hal-hal yang krusial, karena isu-isu terkait lalu lintas terutama menjadi momok di masyarakat. Untuk itu, kita akan terus bekerja sama dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Penguatan koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung penyusunan langkah antisipasi terhadap kepadatan lalu lintas, pengelolaan arus kendaraan, serta peningkatan keselamatan perjalanan masyarakat.

Upaya tersebut juga memerlukan pertukaran informasi yang cepat dan akurat antarlembaga agar perkembangan situasi di lapangan dapat direspons sesuai kebutuhan.

Pada sektor transportasi laut dan udara, koordinasi keselamatan juga menjadi perhatian karena meningkatnya aktivitas perjalanan membutuhkan kesiapan pelayanan, pengawasan, dan penanganan keadaan darurat.

Kehadiran unsur Kakorpolairud Baharkam Polri dalam pertemuan tersebut mencerminkan keterlibatan fungsi kepolisian yang berkaitan dengan wilayah perairan dan udara dalam mendukung koordinasi pengamanan transportasi.

Meski demikian, pelaksanaan teknis pengamanan dan pengawasan pada masing-masing moda tetap harus mengikuti pembagian kewenangan instansi terkait.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini terjalin antara Kementerian Perhubungan dan Polri dalam mendukung penyelenggaraan transportasi nasional.

Menurutnya, kolaborasi kedua institusi telah menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan berskala besar, terutama pada periode meningkatnya perjalanan masyarakat seperti Nataru dan Lebaran.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini antara Polri dan Kementerian Perhubungan di beberapa sektor dan event-event besar, seperti Nataru maupun Lebaran,” ujar Dudy.

Menhub menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan bersama Polri, selain persiapan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru.

Kerja sama di bidang pendidikan berpotensi mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat pemahaman mengenai keselamatan dan pengelolaan transportasi, sesuai ruang lingkup kerja sama yang nantinya ditetapkan kedua institusi.

Sinergi antara Polri dan Kementerian Perhubungan juga memiliki arti penting dalam membangun sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada masa libur panjang, kelancaran mobilitas tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan maupun ketersediaan sarana transportasi, tetapi juga oleh kesiapan pengelolaan perjalanan, koordinasi operasional, serta kedisiplinan pengguna jasa transportasi.

Karena itu, persiapan sejak dini menjadi langkah penting agar berbagai potensi hambatan dapat diidentifikasi dan diantisipasi sebelum memasuki periode puncak perjalanan.

Pertemuan Kapolri dan Menhub ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kelembagaan dalam menghadapi dua agenda besar yang membutuhkan kesiapan pengamanan dan pelayanan publik secara terpadu.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Polri dan Kementerian Perhubungan diharapkan dapat mendukung terciptanya penyelenggaraan transportasi yang aman, lancar, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Sinergi tersebut sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan pada momentum Nataru 2026–2027 maupun Lebaran 2027 dengan lebih aman, tertib, dan nyaman. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Divhumas)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading