KNKT Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi Indonesia-Australia Melalui Forum Internasional di Canberra
Canberra, Australia – Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono menghadiri kegiatan Indonesia-Australia Transport Safety Forum yang digelar di Canberra, Australia, Selasa (6/5).
Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan sektor transportasi dari Indonesia dan Australia untuk memperkuat kerja sama, bertukar pengalaman, serta berbagi praktik terbaik dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi di kedua negara.
Keikutsertaan Ketua KNKT dalam forum internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk terus memperkuat sinergi global di bidang keselamatan transportasi.
Dilansir portal knkt.go.id, Rabu (20/5), dalam rangkaian kegiatan tersebut delegasi Indonesia mengikuti berbagai sesi diskusi dan pemaparan yang membahas isu-isu strategis terkait keselamatan transportasi lintas moda.
Beragam topik penting dibahas dalam forum tersebut, mulai dari upaya pencegahan kecelakaan, penguatan budaya keselamatan, hingga pengembangan sistem investigasi kecelakaan yang efektif, independen, transparan, dan berorientasi pada pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
Delegasi Indonesia yang hadir terdiri atas unsur lintas institusi, yakni Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Ketua KNKT, Deputi Sarana dan Prasarana serta Sistem Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Keselamatan (PFKKI), Direktur Navigasi Penerbangan, serta Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia.
Kehadiran berbagai institusi tersebut mencerminkan pendekatan terpadu yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional, baik dari sisi regulasi, operasional, pelayanan navigasi, hingga investigasi kecelakaan.
Forum ini juga menjadi ruang dialog penting untuk memperdalam pemahaman bersama mengenai praktik keselamatan transportasi yang telah diterapkan di masing-masing negara. Para peserta saling bertukar pengalaman terkait pengelolaan keselamatan di berbagai moda transportasi, termasuk tantangan implementasi rekomendasi keselamatan di lapangan.
Selain itu, pembahasan turut menyoroti pentingnya pemanfaatan data dan teknologi dalam mendukung sistem pencegahan kecelakaan, penguatan pelaporan insiden, serta pengembangan analisis keselamatan transportasi yang lebih komprehensif dan berbasis risiko.
Bagi KNKT, keterlibatan dalam forum tersebut memberikan nilai strategis dalam memperkaya perspektif investigasi kecelakaan transportasi. Pertukaran pengalaman dengan lembaga mitra dari Australia diharapkan dapat memperkuat metodologi investigasi yang selama ini diterapkan sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama teknis pada masa mendatang.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya KNKT untuk terus meningkatkan kualitas rekomendasi keselamatan agar mampu memberikan dampak nyata dalam mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.
Di sisi lain, forum ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia, khususnya pada sektor keselamatan transportasi. Melalui komunikasi dan koordinasi yang terjalin secara langsung, kedua negara dapat mengidentifikasi peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang pelatihan, pertukaran ahli, hingga pengembangan sistem keselamatan berbasis risiko.
Kerja sama yang semakin erat diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara dalam membangun sistem transportasi yang aman, modern, dan andal.
Partisipasi aktif delegasi Indonesia dalam Indonesia-Australia Transport Safety Forum sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama pembangunan sektor transportasi nasional.
Hasil forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan dan langkah strategis yang lebih terarah guna meningkatkan keselamatan transportasi secara berkelanjutan.
Dengan memperkuat kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan, Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi tantangan keselamatan transportasi di masa depan secara adaptif dan responsif. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)

