Pemkot Jakbar Gandeng Mahasiswa Mercu Buana Perkuat Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Lingkungan
Jakarta Barat – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menerima audiensi jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik serta Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana, Rabu (3/6).
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam upaya mitigasi bencana banjir serta penguatan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas di wilayah Jakarta Barat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kepekaan sosial yang ditunjukkan mahasiswa Universitas Mercu Buana terhadap berbagai persoalan perkotaan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa dan civitas akademika memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi nyata melalui penelitian, inovasi teknologi, maupun kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan.
“Kami menanti peran aktif dan kontribusi nyata mahasiswa dan civitas akademik kampus melalui aksi nyata, penelitian serta praktik teknologi yang dapat diterapkan untuk kemanfaatan dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Iin.
Dalam kesempatan tersebut, Iin memaparkan lima program strategis yang saat ini menjadi fokus pembangunan dan penanganan permasalahan sosial di Jakarta Barat.
Program pertama adalah penataan kawasan Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Tomang melalui kolaborasi pembangunan enam unit MCK komunal bersama perguruan tinggi dan lembaga sosial guna mewujudkan kawasan sehat yang bebas dari praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Program kedua adalah penataan kawasan industri konveksi Tambora melalui pembenahan kawasan padat penduduk agar lebih tertata, bersih, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ketiga berupa mitigasi banjir dan genangan yang dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi serta komunitas dalam mengoptimalkan fungsi saluran air dan penanganan titik-titik rawan genangan.
Selanjutnya adalah program pengurangan sampah dari sumber yang menitikberatkan pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Program terakhir adalah pencegahan tawuran serta kekerasan terhadap anak dan perempuan yang diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan wisata kuliner malam di kawasan Kota Tua dan Pecinan.
“Lima program ini selaras dengan rujukan program tagline ‘Jaga Jakarta’, yaitu Jakarta Aman, Jakarta Bersih, dan Jakarta Sehat,” jelas Iin.
Ia berharap melalui audiensi tersebut, mahasiswa Universitas Mercu Buana dapat menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus agen perubahan yang konsisten membantu mengedukasi masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan, serta memberikan masukan teknis dalam mewujudkan Jakarta Barat yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Habieb, menyampaikan hasil observasi lapangan dan studi literatur yang dilakukan mahasiswa terkait persoalan genangan banjir, ketersediaan rumah pompa, serta kondisi aliran sungai di wilayah Jakarta Barat.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap permasalahan banjir dan tanah longsor, terkhusus di Kali Pesanggrahan dan Kali Angke,” tandasnya. (Mh/Foto: Ist./beritajakarta)

