Edukasi

Densus 88 AT Polri dan BPIP Perkuat Sinergi Wujudkan Paskibraka Nasional Tangguh terhadap Paham IRET

Depok – Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui kegiatan Penguatan Peran Pendamping dan Paskibraka Tingkat Nasional, yang digelar di Gedung Pancasila, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Bojongsari, Kota Depok, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 91 peserta, terdiri atas 15 pamong (pendamping) dan 76 anggota Paskibraka Nasional, sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan dan ideologi Pancasila bagi generasi muda.

Hadir sebagai narasumber Kombes Pol. Moh. Dofir, S.Ag., S.H., M.H., dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, serta Permono Jati Yudo, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Paskibraka Nasional BPIP.

Kegiatan juga didukung oleh personel Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, yakni AKP Mirza Triyuna Putra, S.Kom., M.H., M.T.I., Briptu Suryadi, S.H., dan Briptu Husain Damar M., S.H.

Melalui kegiatan tersebut, para pendamping Paskibraka memperoleh penguatan kapasitas untuk mengenali, mengantisipasi, dan mencegah penyebaran paham IRET melalui proses pembinaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, toleransi, serta cinta tanah air.

Para pendamping diharapkan mampu menjadi agen pencegahan yang aktif dalam membentuk karakter kebangsaan peserta Paskibraka Nasional.

Selain meningkatkan kompetensi para pamong, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen bersama antara Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri dan BPIP dalam membangun strategi kolaboratif untuk memperkuat ketahanan ideologi generasi muda terhadap berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Sinergi kedua lembaga diarahkan pada pengembangan kapasitas pendamping sekaligus pembentukan ekosistem pembinaan Paskibraka Nasional yang aman, inklusif, serta berorientasi pada penguatan karakter kebangsaan.

Melalui pendekatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, semangat nasionalisme, serta tangguh menghadapi pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Densus 88 AT Polri dan BPIP dalam memperkuat ketahanan ideologi bangsa melalui pendidikan karakter, sehingga Paskibraka tidak hanya menjadi simbol kedisiplinan dan patriotisme, tetapi juga menjadi duta nilai-nilai Pancasila yang mampu menjaga persatuan, memperkokoh kebhinekaan, serta berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Red/Alz/Foto: Ist./DivHumas)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading