Edukasi

Kemenag Luncurkan INSIGHT Scholarship, Bidik Mahasiswa Internasional Belajar Studi Islam di Indonesia

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan program beasiswa khusus bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan studi Islam di Indonesia melalui skema Indonesia International Scholarship for Islamic Higher Education Talent (INSIGHT Scholarship).

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sekaligus mendukung target peningkatan jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Indonesia.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag, Sahiron, mengatakan INSIGHT Scholarship dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa mancanegara yang ingin mendalami studi Islam di berbagai PTKIN di Indonesia.

“Program yang akan kami perkenalkan adalah INSIGHT Scholarship. Program ini merupakan skema beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa internasional yang ingin menempuh pendidikan studi Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia,” ujar Sahiron di Jakarta, Kamis (11/6).

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menawarkan beasiswa pendidikan, tetapi juga menyediakan berbagai program short course serta dukungan akademik lainnya bagi peserta dari berbagai negara.

“Selain beasiswa, tersedia pula berbagai program short course dan bentuk dukungan akademik lainnya. Skema pembiayaannya beragam, mulai dari beasiswa penuh (full scholarship) hingga beasiswa parsial (partly scholarship),” katanya.

Dibiayai Kemenag dan PTKIN Berstatus BLU

Sahiron menjelaskan, pendanaan INSIGHT Scholarship berasal dari Kemenag serta PTKIN yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Sejumlah PTKIN bahkan telah menyiapkan kuota khusus bagi mahasiswa internasional yang pembiayaannya berasal dari pendapatan institusi.

Melalui skema tersebut, PTKIN diharapkan semakin aktif berperan dalam mendukung mobilitas akademik internasional sekaligus memperluas jejaring pendidikan tinggi Islam Indonesia di tingkat global.

“Melalui skema ini, PTKIN tidak hanya melayani mahasiswa dalam negeri, tetapi juga mendukung mahasiswa asing yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

Program INSIGHT Scholarship rencananya akan diperkenalkan secara resmi kepada kalangan diplomatik asing dalam sebuah pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026.

Dukung Target 100 Ribu Mahasiswa Asing

Lebih lanjut, Sahiron menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan target nasional untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia.

“Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia. Bahkan Presiden menantang agar pada tahun 2029 Indonesia mampu menarik sedikitnya 100 ribu mahasiswa asing untuk belajar di berbagai perguruan tinggi Indonesia, baik di universitas umum maupun perguruan tinggi keagamaan,” ujarnya.

Optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya reputasi PTKIN di tingkat internasional. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings bidang Theology, Divinity and Religious Studies tahun 2026, sejumlah PTKIN Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

Di antaranya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-29 dunia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berada di peringkat ke-37 dunia, sementara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang masuk kelompok peringkat 101–150 dunia.

Kenalkan Islam Moderat Indonesia ke Dunia

Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Ani Nigeriawati, menilai INSIGHT Scholarship memiliki nilai strategis sebagai sarana diplomasi pendidikan dan kebudayaan Indonesia.

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan praktik moderasi beragama dan wajah Islam Indonesia yang moderat kepada masyarakat internasional.

“Praktik moderasi beragama dan Islam moderat Indonesia merupakan aset yang sangat berharga untuk diperkenalkan kepada negara-negara mitra. Kami berharap para mahasiswa asing yang belajar Islamic Studies di Indonesia dapat kembali ke negara asalnya dengan membawa perspektif Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil alamin,” ungkap Ani.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat studi Islam dunia apabila PTKIN terus memperkuat kualitas akademik, penelitian, serta kerja sama internasional.

“Tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dari Eropa, Amerika, Singapura, dan negara-negara lain tertarik mempelajari studi Islam di Indonesia. Dengan perkembangan kajian Islam yang semakin maju, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat studi Islam dunia,” tuturnya.

Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Studi Islam Global

Hadirnya INSIGHT Scholarship menjadi langkah strategis Kemenag dalam memperluas daya tarik pendidikan tinggi Islam Indonesia di kancah global. Selain mendukung target peningkatan mahasiswa asing, program ini juga diharapkan mampu memperkenalkan tradisi keilmuan Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian.

Dengan reputasi PTKIN yang terus meningkat di tingkat dunia serta dukungan pemerintah terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi utama studi Islam bagi mahasiswa internasional pada masa mendatang. (Red/Mh/Foto: Ist./Kemenag)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading