Edukasi

PT Surabaya Dorong Aparatur Peradilan Adaptif Melalui Bimtek dan Pembelajaran Mandiri BLC

Surabaya – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, Sujatmiko, resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Teknis Pembelajaran Mandiri di lingkungan PT Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada Kamis (21/5).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi aparatur peradilan dalam menghadapi perkembangan hukum dan dinamika regulasi yang terus berubah.

Dalam sambutannya, Sujatmiko menegaskan bahwa dunia peradilan saat ini dituntut bergerak cepat, adaptif, dan responsif terhadap berbagai perubahan hukum nasional.

Menurutnya, hadirnya pembaruan regulasi mengharuskan aparatur peradilan melakukan reformasi pola pikir dan meninggalkan pendekatan lama dalam menangani perkara.

“Peradilan harus berdiri tegak dengan pendekatan yang korektif, rehabilitatif, dan restoratif. Oleh karena itu, seluruh aparatur peradilan perlu memahami filosofi pembaruan hukum yang sedang berkembang,” ujarnya, dilansir portal Dandapala, Kamis (21/5).

Ketua PT Surabaya juga menyoroti pentingnya pemanfaatan infrastruktur digital melalui platform Badilum Learning Center (BLC).

Platform tersebut dibangun berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) Nomor 1698/DJU/SK.TI.1.1/XII/2025 sebagai langkah penguatan kompetensi aparatur berbasis teknologi informasi.

Pelaksanaan bimtek dibagi dalam dua tahap, yakni pembelajaran daring dan mandiri melalui BLC pada 21–22 Mei 2026, kemudian dilanjutkan pembelajaran klasikal pada 25–26 Mei 2026.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut Sujatmiko juga menginstruksikan seluruh Panitera Muda di wilayah hukum PT Surabaya untuk turut mengikuti pembelajaran melalui BLC meskipun tidak tercantum dalam surat tugas resmi.

Menurutnya, sistem pembelajaran melalui BLC memberikan fleksibilitas kepada peserta untuk mengatur proses belajar secara mandiri tanpa mengganggu pelayanan publik di pengadilan.

“Melalui BLC, sinkronisasi peningkatan kapasitas aparatur dan pelayanan publik dapat berjalan beriringan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Sujatmiko berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri secara maksimal agar memperoleh wawasan dan pengetahuan baru yang mampu mendukung peningkatan kualitas pertimbangan hukum dalam penanganan perkara.

“PT Surabaya merupakan barometer nasional. Karena itu, seluruh aparatur harus mampu menunjukkan kualitas profesionalisme dan kemampuan hukum yang unggul,” pungkasnya. (Gate 13/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *