Gelar Prosesi Penyiraman dan Pembaretan, SMA Presiden Tutup MPLS dan PPKD Angkatan 23
Bekasi – SMA Presiden menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan Dasar (PPKD) bagi siswa-siswi Angkatan 23 melalui prosesi penyiraman dan pembaretan pada Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan awal pendidikan yang telah dijalani para siswa selama kurang lebih dua setengah bulan sejak memasuki lingkungan sekolah berasrama.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @smapresiden, Senin (7/9/2026), prosesi penyiraman memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan diri dari keraguan sekaligus kesiapan untuk memasuki tahap pendidikan berikutnya.
Sementara itu, baret yang dikenakan siswa menjadi simbol tanggung jawab, keberanian, kedisiplinan, serta kesiapan untuk menjalani proses pendidikan sebagai siswa SMA Presiden.
Prosesi pembaretan diharapkan menjadi momentum bagi para siswa untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian. Kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, keberanian, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi tantangan merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang mereka jalani.
Penutupan MPLS dan PPKD juga menjadi momentum istimewa bagi keluarga siswa. Setelah kurang lebih dua setengah bulan menjalani pendidikan di sekolah berasrama, para siswa mendapatkan kesempatan untuk kembali bertemu dengan orang tua dan keluarga.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dan kebahagiaan. Bagi para orang tua, masa sekitar dua setengah bulan tanpa bertemu dan berkomunikasi secara langsung dengan anak menjadi pengalaman tersendiri. Kerinduan yang terbangun selama masa pendidikan akhirnya terbayar melalui pertemuan dalam kegiatan pembaretan.

Momen tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain dari proses pendidikan di sekolah berasrama. Ketika anak mulai belajar mandiri dan bertumbuh menuju kedewasaan, orang tua tetap menjadi bagian penting yang memberikan dukungan, doa, motivasi, dan kasih sayang.
Bagi orang tua, anak yang tumbuh dewasa tetaplah seorang anak yang selalu dirindukan. Karena itu, kesempatan untuk berkumpul kembali bersama keluarga menjadi kebahagiaan sederhana yang memiliki makna mendalam.
Pembaretan kemudian menjadi simbol bahwa para siswa telah melewati satu tahap awal perjalanan mereka. Baret yang dikenakan diharapkan tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga pengingat terhadap nilai-nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tanggung jawab harus diwujudkan melalui tindakan. Keberanian harus dibarengi kedisiplinan. Kemandirian harus dibangun melalui proses. Sementara prestasi harus diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan komitmen untuk terus belajar.
“Selamat bergabung siswa-siswi Angkatan 23 SMA Presiden. Perjuangan yang sesungguhnya baru saja dimulai.”
Pesan tersebut menjadi semangat bagi seluruh siswa Angkatan 23 untuk melanjutkan perjalanan pendidikan dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab.

SMA Presiden merupakan sekolah berasrama yang berlokasi di Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Jababeka, Cikarang Baru, Bekasi, Jawa Barat 17550, dengan konsep Education Based on Character Building dan terakreditasi “A”. Lingkungan pendidikan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kemampuan akademik sekaligus pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat berprestasi para siswa.
Dengan berakhirnya rangkaian MPLS dan PPKD, Angkatan 23 kini memasuki tahap pendidikan berikutnya. Perjalanan mereka masih panjang dan akan diwarnai berbagai tantangan, pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.
Pembaretan menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah. Bagi Angkatan 23 SMA Presiden, langkah tersebut kini telah dimulai dengan semangat baru, tanggung jawab baru, dan harapan untuk tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, tangguh, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Selamat bergabung dan selamat berjuang, siswa-siswi Angkatan 23 SMA Presiden. Perjuangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. (Gate 13/Foto: Istimewa/Instagram)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
