Edukasi

600 Pelajar Ikuti Garuda Youth Camp, Densus 88 Dorong “Duta Cegah” Lawan Radikalisme

Jakarta – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) terus diperkuat melalui pendekatan edukatif.

Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Garuda Youth Camp yang digelar di Buperta Bumi Perkemahan Cibubur, Sabtu (2/5).

Kegiatan hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional ini diikuti sekitar 600 pelajar SMA/SMK dari wilayah Jabodetabek.

Mengusung tema “Pemuda Bersatu, Bangsa Kuat untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membangun kesadaran ideologis generasi muda.

Ketua Umum BISON, Ginka Febriyanti Br Ginting, turut hadir dan mendorong peran aktif pelajar dalam menjaga persatuan bangsa.

Dalam sesi pemaparan, narasumber dari Direktorat Pencegahan Densus 88, Moh. Dofir dan Muhammad Audi Aqshal Afandi, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pola penyebaran paham radikal yang kini semakin menyasar kalangan pelajar.

“Radikalisasi pada anak seringkali berawal dari hal yang dianggap sepele, seperti konsumsi konten digital tanpa pengawasan. Media sosial dan game online bisa menjadi pintu masuk jika tidak disikapi dengan bijak,” ujar Kombes Pol Moh. Dofir.

Peserta juga dibekali pemahaman melalui berbagai studi kasus terkait penyebaran paham IRET di kalangan anak dan remaja, termasuk faktor-faktor yang memicu keterpaparan.

Selain meningkatkan kewaspadaan, Direktorat Pencegahan Densus 88 juga mendorong para peserta untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap para pelajar ini bisa menjadi Duta Cegah yang menyebarkan nilai toleransi, perdamaian, dan semangat kebangsaan di sekolah maupun di lingkungan keluarga,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengikuti sesi materi dan diskusi. Interaksi aktif selama kegiatan menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu radikalisme di era digital.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan ideologi bangsa melalui pendekatan preventif, dengan menjadikan pelajar sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. (Gate 13/Foto: Ist./DivHumas Polri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *