Edukasi

Densus 88 AT Polri Edukasi 300 Siswa SMAN 109 Jakarta tentang Pencegahan Paham IRET dan Literasi Digital

Jakarta – Direktorat Pencegahan (Dit Cegah) Densus 88 Antiteror Polri memberikan edukasi kepada sekitar 300 peserta didik baru SMAN 109 Jakarta melalui kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid SMAN 109 Jakarta tersebut dipadukan dengan sosialisasi Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenai pembatasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan sebagai upaya membangun karakter pelajar yang berwawasan kebangsaan, berintegritas, dan bijak memanfaatkan teknologi digital.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Ipda Muhammad Audi Aqshal Afandi dan Brigadir Aryo Gilang F. Kegiatan turut dihadiri Kepala SMAN 109 Jakarta Juliana Sri Mulyati, S.Pd., M.M., Ketua Panitia MPLS Fergianti, serta jajaran dewan guru.

Dalam pemaparannya, tim Dit Cegah Densus 88 AT Polri memberikan pemahaman mengenai bahaya penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan.

Para siswa diajak meningkatkan literasi digital, bersikap kritis dalam menyaring informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten provokatif maupun ajakan kelompok yang mengarah pada paham radikal.

Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai Surat Edaran Kemendikdasmen tentang pembatasan penggunaan gawai di sekolah.

Kebijakan tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan perangkat digital secara bijak, bertanggung jawab, dan mendukung proses pembelajaran, sekaligus mencegah penyalahgunaan media digital sebagai sarana penyebaran paham radikal maupun berbagai konten negatif lainnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan, yang mencerminkan meningkatnya pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta memanfaatkan teknologi digital secara positif.

Melalui kegiatan ini, Dit Cegah Densus 88 AT Polri bersama SMAN 109 Jakarta berkomitmen memperkuat ketahanan ideologi generasi muda sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan tangguh terhadap pengaruh paham IRET, sehingga lahir pelajar Indonesia yang cerdas, berkarakter, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat. (Red/Alz/Foto: Ist./DivHumas)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading