Gubernur Bali Resmi Buka PKB XLVIII Tahun 2026
Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui pelaksanaan Peed Aya yang berlangsung di depan Monumen Puputan Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Sabtu (13/6).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul sebanyak lima kali oleh Gubernur Bali yang didampingi Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa) dan Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya.
Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan PKB XLVIII yang akan berlangsung hingga 11 Juli 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center).
Acara pembukaan turut dihadiri Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sang Made Mahendra Jaya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama (Kemenag) I Nengah Duija, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali.
PKB XLVIII Tahun 2026 mengusung tema “Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna memuliakan jiwa yang paripurna. Tema tersebut merupakan implementasi nilai “Atma Kerthi” sebagai upaya pemuliaan jiwa dan pengetahuan suci dalam kehidupan masyarakat.
Rangkaian pembukaan dimeriahkan oleh penampilan Gong Gede Sancaya Kanti Desa Adat Kesiman, Semar Pagulingan Briag-Briug Sepanggul, dan Gamelan Maha Merdangga Kalpa yang mengiringi pertunjukan Siwa Nataraja hasil kolaborasi Komunitas Seni Usadhi Langu bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Salah satu sajian utama pembukaan adalah pertunjukan kolosal bertajuk “Maha Merdangga Kalpa” yang merepresentasikan filosofi kewaktuan, keharmonisan semesta, serta hubungan sakral antara manusia, alam, dan kebudayaan.
Peed Aya diikuti seluruh kabupaten dan kota se Bali. Kontingen Kabupaten Jembrana tampil sebagai peserta pertama, sedangkan Kota Denpasar menjadi penampil terakhir dalam parade budaya yang menampilkan keragaman seni tradisional Bali.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berharap penyelenggaraan PKB XLVIII dapat menjadi sarana pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan Bali sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah dinamika global.
PKB juga diharapkan terus menjadi ruang ekspresi seniman, edukasi budaya bagi generasi muda, serta daya tarik wisata budaya yang berkontribusi terhadap pembangunan Bali yang berkelanjutan. (Red/Foto: Ist.)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

