Wakapolda Bali Bekali Maba Undiknas: Bangun Karakter, Jauhi Narkoba
Denpasar – Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I. membekali mahasiswa baru Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar dengan pesan tentang pentingnya membangun karakter, menjaga integritas, disiplin, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Pesan tersebut disampaikan saat Brigjen Pol. I Made Astawa menjadi pembicara dalam Stadium General II Polda Bali, rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Lapangan Bendera Undiknas Denpasar, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Undiknas Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN Eng., bersama para Wakil Rektor, Dekan Fakultas, dosen, serta seluruh mahasiswa baru Undiknas. Kehadiran Wakapolda Bali menjadi bagian dari sinergi kepolisian dan dunia pendidikan dalam memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai karakter, kepemimpinan, keamanan, serta tanggung jawab sosial.

Dalam arahannya, Wakapolda Bali menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang telah terjalin antara Polda Bali dan Undiknas. Ia juga mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru yang mulai memasuki lingkungan pendidikan tinggi.
“Selamat kepada seluruh mahasiswa baru yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Undiknas. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wakapolda Bali.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Karakter kuat, kepedulian sosial, integritas, serta sikap saling menghargai juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kalau kita menghargai dan menyayangi teman, tentu tidak akan ada bullying. Jadilah pribadi yang peduli dan selalu memberikan dukungan kepada orang lain,” tegasnya.

Brigjen Pol. I Made Astawa juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan disiplin, kerja keras, dan ketekunan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Masa kuliah, kata dia, merupakan kesempatan untuk membangun kemampuan, memperluas wawasan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Bali turut menekankan peran mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa. Mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan, namun penyampaian pendapat harus dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
“Gunakan hak menyampaikan pendapat dengan cara yang baik. Mahasiswa adalah bagian penting dari generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Pesan lain yang mendapat perhatian adalah pentingnya mahasiswa menjauhi narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba), kekerasan, judi online (judol), serta pinjaman online (pinjol) ilegal. Wakapolda Bali mengingatkan agar mahasiswa tidak mencoba maupun terlibat dalam perilaku tersebut karena dampaknya dapat berpengaruh terhadap diri sendiri, keluarga, dan masa depan.
“Jangan pernah mencoba dan jangan pernah terlibat, karena dampaknya tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masa depan,” pesannya.
Selain memberikan pembekalan mengenai karakter dan keamanan, Wakapolda Bali memperkenalkan Call Center 110 Polri, layanan kepolisian yang dapat digunakan masyarakat secara gratis untuk memperoleh bantuan ketika membutuhkan pelayanan maupun menghadapi kondisi darurat.
Stadium General II berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah mahasiswa baru menyampaikan pertanyaan mengenai keamanan, peran generasi muda, serta kontribusi mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai penutup, Wakapolda Bali bersama jajaran pimpinan Undiknas menyerahkan sertifikat dan cenderamata sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan sinergitas antara Polda Bali dan Universitas Pendidikan Nasional.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Bali berharap mahasiswa baru Undiknas dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, disiplin, berintegritas, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. (Red/Gate 13/Foto: Ist./DivHumas)
Discover more from Restorasi News
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
