Politik

Pastikan Aman, Kakorlantas Polri-Gubernur Bali Bahas Operasi Ketupat 2026 dan Pengamanan Nyepi

Denpasar – Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas) Polri, Agus Suryonugroho, melakukan audiensi dengan I Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Kamis (5/3).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang waktunya berdekatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Bali.

Audiensi ini merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi guna memastikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, terutama dalam mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

Menurut Kakorlantas, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Jadi bukan hanya di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan arus balik, tetapi negara hadir dalam rangka mengamankan momentum sosial masyarakat,” kata Agus.

Ia menjelaskan pengamanan dalam Operasi Ketupat mencakup berbagai klaster penting, mulai dari jalur tol, jalan arteri, hingga pelabuhan penyeberangan.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada tempat ibadah serta kawasan wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.

“Tempat wisata juga menjadi perhatian karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata utama masyarakat saat libur Lebaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Kemala Run di Bali yang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bentuk kolaborasi positif antara Polri dan pemerintah daerah.

“Yang lebih menggembirakan, rencana Kemala Run akan digelar di Bali dan Pak Gubernur memberikan dukungan yang luar biasa. Ini tentu menjadi kolaborasi yang baik agar kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Terkait pengaturan mobilitas masyarakat, Kakorlantas memastikan jadwal operasional penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk telah disesuaikan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Pengaturan waktu buka dan tutup penyeberangan juga diberlakukan untuk rute dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.

“Penyeberangan Gilimanuk sudah diatur jam berapa dibuka dan jam berapa ditutup, termasuk dari Ketapang ke Gilimanuk. Kami juga sudah mendapat laporan dari Dirlantas Polda Bali,” jelasnya.

Agus menegaskan koordinasi antara Polri dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur keagamaan.

“Dengan kolaborasi yang baik, negara hadir untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kakorlantas Polri yang datang langsung untuk berkoordinasi terkait sejumlah agenda penting di Bali.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakorlantas yang melakukan audiensi untuk menyampaikan beberapa rencana kegiatan. Yang pertama adalah Operasi Ketupat dalam rangka mengamankan aktivitas lalu lintas selama mudik Lebaran, yang kedua kegiatan Kemala Run, dan yang ketiga adalah pengamanan Hari Raya Nyepi,” kata Koster.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Bali siap mendukung program pengamanan yang dilakukan Polri karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat di daerah tersebut.

“Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung apa yang menjadi rencana Bapak Kakorlantas, karena ini adalah program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan secara bersama-sama,” ujarnya.

Koster juga menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait potensi benturan antara Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Menurutnya, kedua momentum tersebut sebenarnya tidak berlangsung pada waktu yang sama.

“Tidak berhimpit sebenarnya. Nyepi pada 19 Maret, kemudian Ngembak Geni tanggal 20 pagi. Sore harinya baru malam takbiran karena Idulfitri diperkirakan tanggal 21. Jadi tidak beririsan sebenarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah bersama tokoh agama telah menyepakati pengaturan kegiatan keagamaan melalui surat edaran bersama yang melibatkan seluruh majelis umat beragama di Bali, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kami sudah membuat surat edaran bersama dengan semua majelis umat beragama di Bali, terutama dengan Majelis Ulama Indonesia. Jadi semuanya sudah clear dan tidak ada masalah,” kata Koster.

Selain itu, audiensi juga membahas rencana pelaksanaan Kemala Run yang diperkirakan akan diikuti sekitar 15 ribu peserta. Beberapa aspek teknis, termasuk akses jalan menuju lokasi kegiatan, turut menjadi perhatian bersama.

“Tempatnya sangat layak dan luas, hanya ada akses jalan yang perlu diperbaiki. Tadi Kakorlantas juga sudah mengajak Kepala Balai Jalan untuk melakukan perbaikan segera dan saya akan mengawal ini,” ujarnya.

Selanjutnya, pada Jumat (6/3), Kakorlantas dijadwalkan melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa dan Melayani bersama komunitas ojek online, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), serta pecalang atau petugas keamanan adat Bali.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bali. (Gate 13/Foto: Ist./DivHumas Polri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *