Menkeu Optimistis Ekonomi Nasional Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
Ia menilai volatilitas global saat ini relatif rendah, meski potensi peningkatan pertumbuhan dunia masih terbatas.
Menkeu menekankan bahwa faktor global bukan penentu utama kinerja ekonomi Indonesia. Pasalnya, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh permintaan domestik, sementara kontribusi faktor global berada di kisaran 10–20 persen.
Karena itu, perlambatan ekonomi global seharusnya tidak dijadikan alasan melemahnya kinerja ekonomi dalam negeri.
“Kalau kita 90 persen domestic demand, 10 persen global atau mungkin maksimal 15–20 persen. Kalau domestic demand kita kuat, seharusnya tidak ada masalah,” ujar Menkeu dalam acara Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/01).
Dari sisi domestik, kondisi ekonomi Indonesia dinilai cukup solid. Inflasi tercatat rendah di kisaran 2,9 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan, apabila komponen harga emas dikeluarkan, inflasi diperkirakan hanya sekitar 1,5 persen.
Kondisi ini menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan belum mengarah pada overheating ekonomi.
“Artinya demand masih relatif rendah. Belum ada tekanan inflasi inti yang kuat, sehingga ekonomi masih bisa didorong ke tingkat pertumbuhan yang lebih cepat tanpa khawatir kenaikan suku bunga yang signifikan dari bank sentral,” jelas Menkeu.
Pertumbuhan ekonomi nasional juga menunjukkan tren positif dengan realisasi di kisaran 5,0–5,4 persen dalam beberapa triwulan terakhir. Menurut Menkeu, masih terdapat ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi tanpa memicu pengetatan kebijakan moneter.
Untuk mempercepat kinerja ekonomi, pemerintah mengandalkan strategi debottlenecking guna memperbaiki iklim investasi.
Melalui forum rutin lintas kementerian, berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha diharapkan dapat diselesaikan secara cepat dan terukur.
Seiring perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan.
“Saya optimistis terhadap ekonomi dan pasar saham tahun ini. Jangan menunggu terlalu lama untuk berinvestasi atau melebarkan ekspansi bisnis,” pungkas Menkeu. (Mh/Foto: Ist./Biro KLI)

