Luar Negeri

KJRI Melbourne Dukung Madrasah Goes Abroad, Buka Peluang Studi Siswa ke Australia

Jakarta – Komitmen internasionalisasi pendidikan madrasah melalui program Madrasah Goes Abroad mendapat dukungan penuh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne (KJRI Melbourne).

Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di kantor KJRI Melbourne saat agenda courtesy meeting dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia.

Rombongan diterima langsung oleh Konsul Jenderal RI Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, didampingi Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya Ibu Silvany beserta jajaran tim KJRI.

Pertemuan ini berfokus pada penguatan akses pendidikan tinggi di Australia bagi siswa-siswa madrasah berprestasi.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI Melbourne menegaskan bahwa perluasan akses studi ke Australia bagi siswa unggulan madrasah merupakan investasi jangka panjang yang strategis.

“Perluasan akses bagi para siswa unggulan madrasah untuk melanjutkan studi di Australia adalah investasi yang luar biasa. Mereka bukan hanya akan berdaya secara intelektual di masa depan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membangun jejaring global yang pada akhirnya dapat memperkuat hubungan antar dua negara,” ujar Jatmiko, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan, diplomasi pendidikan merupakan instrumen penting dalam membangun hubungan bilateral yang berkelanjutan antara Indonesia dan Australia.

Generasi muda yang menempuh pendidikan internasional dinilai tidak hanya membawa nama baik bangsa, tetapi juga berpotensi menjadi penghubung kerja sama lintas sektor di masa depan.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Nyayu Khodijah, menyampaikan bahwa kualitas siswa madrasah terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Menurutnya, siswa madrasah kini tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing secara akademik di berbagai kompetisi nasional maupun internasional.

“Di berbagai ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), siswa madrasah mampu memenangkan berbagai kompetisi. Ini menunjukkan bahwa kemampuan mereka melampaui batas dan mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” jelas Nyayu.

Ia menegaskan bahwa siswa madrasah saat ini tidak hanya smart dalam bidang agama, tetapi juga memiliki kapasitas kuat dalam bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

Transformasi pendidikan madrasah yang terus dilakukan Kemenag RI menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi religius, moderat, sekaligus unggul secara akademik.

Program Madrasah Goes Abroad, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi memperluas ekosistem pendidikan madrasah agar semakin terhubung dengan dunia global.

Melalui akses pendidikan luar negeri, siswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun jejaring internasional yang berdampak positif bagi Indonesia.

Kolaborasi antara Kemenag RI, perwakilan RI di luar negeri seperti KJRI Melbourne, lembaga pendanaan pendidikan, serta perguruan tinggi internasional menjadi langkah konkret untuk memastikan siswa madrasah unggulan memperoleh kesempatan terbaik.

Dengan dukungan penuh dari KJRI Melbourne dan sinergi lintas lembaga, program Madrasah Goes Abroad diharapkan menjadi gerbang lahirnya generasi madrasah yang berdaya saing global, berkarakter kuat, serta mampu berkontribusi dalam mempererat hubungan Indonesia dan Australia di masa mendatang. (Red/Foto: ist./kemenag.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *