Dua Widyaiswara Kemenag Wakili Indonesia di Forum SDM Internasional di Beijing
Jakarta – Kompetensi widyaiswara Kementerian Agama kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dua perwakilan dari Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang pelatihan internasional di Tiongkok setelah melalui proses seleksi ketat di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI.
Kedua delegasi tersebut adalah Erfiati, widyaiswara pada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, dan Agustina dari BDK Palembang.
Keduanya dijadwalkan mengikuti program Single Country Training RRT 2026: Seminar on Human Resources and Talent Development Management for Indonesia di Beijing pada 13–26 Mei 2026.
Program yang diselenggarakan di Academy for International Business Officials ini dibiayai penuh oleh Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari kerja sama bilateral dalam peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan internasional.
Kepala BMBPSDM Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum global tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.
“Pengembangan SDM saat ini menuntut kemampuan belajar dari praktik terbaik dunia. Keikutsertaan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi strategis dalam membangun tata kelola talenta yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya di Jakarta, dikutip portal kemenag.go.id, Kamis (30/4).
Ia menegaskan, dinamika pengelolaan SDM yang semakin kompleks membutuhkan transformasi pendekatan berbasis kompetensi. Pengalaman internasional diharapkan dapat memperkaya sistem pembinaan SDM di lingkungan Kementerian Agama.
“Kita ingin memastikan pengelolaan talenta dilakukan secara sistematis dan selaras dengan arah pembangunan nasional. Pengalaman global menjadi fondasi penting dalam memperkuat transformasi kelembagaan,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris BMBPSDM, Wawan Djunaedi, menilai partisipasi dalam forum internasional ini membuka peluang menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan kompetensi aparatur.
“Forum ini memberi ruang bagi widyaiswara untuk mempelajari praktik manajemen talenta global. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat ditransformasikan menjadi kebijakan dan model pengembangan SDM yang berdampak luas,” kata Wawan.
Ia menambahkan, keberhasilan menembus seleksi pelatihan internasional juga menjadi bagian dari upaya mendukung reformasi birokrasi. Menurutnya, widyaiswara memiliki peran strategis sebagai motor pembelajaran organisasi.
“Ketika kapasitas widyaiswara meningkat, kualitas sistem pengembangan SDM organisasi juga akan meningkat. Ini penting untuk memperkuat transformasi birokrasi di Kementerian Agama,” tegasnya.
Keikutsertaan Erfiati dan Agustina di forum internasional tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi widyaiswara lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi.
BMBPSDM juga berkomitmen menjadikan hasil pelatihan ini sebagai rujukan dalam penguatan sistem Corporate University Kementerian Agama yang profesional dan berdaya saing global. (Red/Mh/Foto: Ist./Kemenag)

