Satgas DPUPR Depok Siaga 24 Jam Saat Libur Lebaran, Antisipasi Banjir dan Longsor
Depok – Meski memasuki masa cuti bersama dan libur Idulfitri, Satuan Tugas (Satgas) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok tetap bersiaga penuh selama 24 jam.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, di sejumlah titik rawan di wilayah Kota Depok.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) DPUPR Kota Depok, Rizwannur Rahim, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan regu piket yang berjaga di sejumlah posko.
Regu piket tersebut bertugas menerima laporan masyarakat sekaligus melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala.
“Ada dua regu Satgas yang disiagakan, masing-masing di Posko DPUPR Kota Depok dan Posko Situ Pladen. Mereka bertugas menerima laporan warga, memonitor titik-titik rawan bencana, serta melakukan penanganan secara cepat,” ujar Rizwannur, Minggu (22/3).
Ia mengungkapkan, Satgas DPUPR Kota Depok sebelumnya juga telah melakukan penanganan terhadap banjir yang terjadi pada Sabtu (21/03).
Berdasarkan hasil pemetaan, sejumlah wilayah terdampak, salah satunya di Rukun Warga (RW) 03 Kelurahan Sukmajaya (Sukmajaya), yang mengalami banjir akibat tanggul jebol di Kali Cikumpa hingga merendam tiga rumah warga.
Selain itu, genangan juga dilaporkan terjadi di RW 09 Kelurahan Pasir Gunung Selatan (Pasir Gunung Selatan), Kecamatan Cimanggis (Cimanggis), serta di kawasan Perumahan Taman Duta dan Bukit Cengkeh.
Banjir turut melanda beberapa wilayah di Kelurahan Mekarsari (Mekarsari), mencakup RW 02, RW 05, RW 06, RW 13, RW 14, RW 16, dan RW 17.
Dalam upaya penanganan, Satgas DPUPR Kota Depok melakukan penutupan tanggul yang jebol menggunakan karung pasir, serta membersihkan sampah yang menyumbat aliran kali.
Seluruh langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi di lapangan.
Rizwannur juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan apabila menemukan potensi banjir atau longsor di lingkungan masing-masing.
Laporan dapat disampaikan melalui akun Twitter resmi DPUPR Kota Depok (@DinasPUPR) maupun melalui nomor layanan 082311835135.
“Kami berharap masyarakat segera melapor jika ada potensi bencana. Tim kami akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut agar tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih besar,” jelasnya.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi bencana, sehingga potensi kerugian dapat diminimalkan sedini mungkin.
Selain kesiapsiagaan petugas, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.
Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab tersumbatnya aliran kali yang berujung pada banjir.
“Penyumbatan aliran air sebagian besar disebabkan oleh sampah. Karena itu, kami terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi banjir susulan,” pungkasnya. (Red/Mh/Foto: Ist./Dok. PUPR)

