Ekonomi

DAVEST III Jadi Ruang Pemberdayaan Warga Darmasaba

Badung – Darmasaba Village Festival III (DAVEST III) kembali hadir sebagai pesta rakyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.

Digelar pada 14-16 Agustus 2026 di Lapangan Darmasaba, festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, berpartisipasi, sekaligus mengembangkan berbagai potensi desa.

Perbekel Desa Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengatakan DAVEST III semakin memperlihatkan besarnya keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai aspek penyelenggaraan. Keterlibatan tersebut tidak hanya melalui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga warga yang memiliki keterampilan di bidang teknis.

“Baik sound system, panggung, rigging, dekorasi dan lain sebagainya sudah didominasi oleh warga kita di Darmasaba,” ungkap Surya, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, semangat pemberdayaan masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok, mulai dari anak-anak hingga lansia, pelaku UMKM, seniman, hingga warga yang memiliki keahlian teknis.

Sebanyak 32 UMKM yang mewakili setiap banjar juga dilibatkan dalam DAVEST III. Masing-masing banjar mendapatkan kuota dua UMKM yang dipilih melalui proses pengundian.

“Sebanyak 32 UMKM perwakilan dari setiap banjar juga dilibatkan dalam DAVEST III. Masing-masing banjar mendapatkan kuota dua UMKM yang dipilih melalui proses pengundian,” jelas Surya.

Beragam produk lokal ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari kuliner, fashion, craft, hingga berbagai produk unggulan hasil kreativitas masyarakat Darmasaba. Kehadiran UMKM sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan memperluas pasar.

Kemeriahan festival semakin lengkap dengan pentas seni yang melibatkan 12 banjar di Desa Darmasaba. Sejumlah musisi dan grup musik populer juga turut hadir untuk menghibur masyarakat melalui rangkaian konser musik.

Konsep pemberdayaan juga diwujudkan melalui berbagai layanan yang tersedia di area festival. Salah satunya stan barber yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk merapikan penampilan sembari mengikuti rangkaian kegiatan.

Festival turut menghadirkan stan edukasi dari TPS3R Pudak Mesari Darmasaba serta berbagai pelayanan masyarakat. Bahkan, Kantor Desa Darmasaba untuk sementara dipindahkan ke lokasi festival agar masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan administrasi, termasuk pengurusan KTP dan surat-menyurat.

Bagi Pemerintah Desa Darmasaba, DAVEST bukan sekadar agenda hiburan, melainkan wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi seni, budaya, kreativitas, serta keterampilan masyarakat. Berbagai potensi yang selama ini dianggap sederhana dikemas melalui inovasi agar memiliki nilai lebih dan dapat menjadi bagian dari identitas Desa Darmasaba.

Surya menilai kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk mengubah potensi lokal menjadi sesuatu yang bernilai dan menarik.

“Kadang kita menganggap sesuatu itu biasa, tapi orang lain menganggap istimewa. Padahal kalau kita kemas dengan baik itu akan menjadi spesial. Nah, ini yang ingin kita lakukan,” tutup Surya.

Melalui DAVEST III, Desa Darmasaba menunjukkan bahwa festival rakyat dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat, ketika potensi lokal, kreativitas, seni, budaya, dan ekonomi kerakyatan dipadukan dalam satu kegiatan bersama. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from Restorasi News

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Restorasi News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading