Hiburan

Hari Pejalan Kaki Nasional 2026, Dinas Bina Marga Tegaskan Komitmen Kota Ramah Pejalan Kaki

Jakarta – Peringatan Hari Pejalan Kaki Nasional yang jatuh pada Kamis (22/1) dimaknai sebagai momentum strategis bagi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta untuk menegaskan komitmen pembangunan kota yang berorientasi pada keselamatan, kenyamanan, dan inklusivitas seluruh pengguna jalan.

Berjalan kaki tidak lagi dipandang sekadar aktivitas harian, melainkan bagian penting dari gaya hidup perkotaan yang sehat, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Dilansir portal binamarga.jakarta.go.id, Kamis (22/1), Hari Pejalan Kaki Nasional diperingati setiap 22 Januari sebagai pengingat akan hak-hak pejalan kaki di ruang publik, sekaligus dorongan untuk memperkuat keselamatan dan kenyamanan mobilitas non-motorized.

Peringatan ini juga menjadi bagian dari upaya nasional mendorong perubahan paradigma transportasi perkotaan, dari dominasi kendaraan bermotor menuju sistem mobilitas yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Seiring pertumbuhan kota, kepadatan lalu lintas, serta meningkatnya tantangan lingkungan, berjalan kaki menjadi elemen fundamental dalam menciptakan kota yang layak huni.

Praktik di berbagai kota global menunjukkan bahwa ruang jalan tidak semata berfungsi sebagai prasarana lalu lintas, tetapi juga sebagai ruang publik yang melayani kebutuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.

Berjalan kaki memberikan dampak positif yang luas, mulai dari peningkatan kesehatan fisik dan mental, penguatan interaksi sosial antarwarga, pengurangan emisi gas buang, hingga penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Setiap langkah pejalan kaki menjadi kontribusi nyata dalam membangun kota yang lebih hijau, lebih manusiawi, dan berdaya saing global.

Dalam konteks tersebut, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat pembangunan dan penataan infrastruktur jalan yang aman, nyaman, dan inklusif.

Penataan trotoar dilakukan dengan mengedepankan keselamatan pejalan kaki, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Upaya ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan. Penataan ruang jalan tidak hanya berorientasi pada fungsi teknis, tetapi juga pada kualitas lingkungan, estetika kota, serta kenyamanan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dengan infrastruktur yang mendukung budaya berjalan kaki, diharapkan terjadi perubahan perilaku mobilitas perkotaan menuju pola yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Peringatan Hari Pejalan Kaki Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai pengguna utama ruang publik.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan warga, Jakarta diharapkan terus bergerak menuju kota global yang inklusif, berkelanjutan, serta menempatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki sebagai prioritas utama pembangunan perkotaan. (Mh/Foto: Ist./binamarga.jakarta.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *