Kemenag Terima Delegasi Royal Thai Army, Perkuat Kerja Sama Moderasi Beragama
Jakarta – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menerima kunjungan resmi delegasi Royal Thai Army yang dipimpin Mayor Jenderal Chakrit Ucharattana di ruang rapat Direktorat PTKI, Selasa (3/3).
Kunjungan ini merupakan inisiatif Kantor Atase Pertahanan Thailand di Kedutaan Besar Thailand di Jakarta untuk mempererat kerja sama dengan Kemenag RI, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan dan penguatan moderasi beragama.
Delegasi Thailand yang mewakili Internal Security Operations Command (ISOC) juga menyampaikan apresiasi atas pengalaman Indonesia dalam mengelola keragaman agama serta mempromosikan Islam moderat.
Dalam pertemuan tersebut, Chakrit mengungkapkan ketertarikan Thailand untuk mempelajari sistem pendidikan dan keagamaan Indonesia yang dinilai mampu mengintegrasikan nilai agama dengan persatuan nasional.
“Kami ingin belajar dari Indonesia, khususnya terkait moderasi beragama. Indonesia telah membuktikan bahwa agama dan persatuan nasional dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan di Thailand Selatan, di mana kesalahpahaman terhadap ajaran Islam kerap memicu isu keamanan sensitif. Menurutnya, sejumlah insiden kekerasan di pondok pesantren terjadi dengan mengatasnamakan jihad, yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang sebenarnya.
Chakrit menambahkan, terdapat dua kelompok warga Thailand yang memiliki keterkaitan erat dengan Indonesia, yakni para alumni lulusan institusi pendidikan di Indonesia serta sekitar 3.000 mahasiswa Thailand yang saat ini menempuh studi di Tanah Air.
Pihaknya menyatakan kesiapan untuk membekali kelompok tersebut dengan pemahaman moderasi beragama secara komprehensif.
Untuk itu, delegasi Thailand mengusulkan koordinasi lanjutan dengan Kedutaan Besar Thailand di Jakarta guna merancang program terstruktur terkait penguatan moderasi beragama dan peningkatan kapasitas.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PTKI Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. menjelaskan bahwa Indonesia mengakui enam agama resmi, dengan sekitar 85 persen penduduk beragama Islam.
“Seluruh agama dilindungi dalam kerangka ideologi negara, Pancasila, yang menjadi fondasi harmoni dalam keberagaman,” jelasnya.
Sahiron memaparkan program unggulan Kemenag, yakni Moderasi Beragama, yang bertujuan membangun pemahaman keagamaan yang inklusif, seimbang, serta mencegah ekstremisme dan memperkuat persatuan nasional.
Program tersebut telah diimplementasikan melalui berbagai skema, seperti pelatihan Training of Trainers (ToT), pengembangan kurikulum, hingga seminar akademik.
Para pelatih didorong untuk menyampaikan ajaran agama secara kontekstual, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, program ini telah menunjukkan hasil signifikan dalam mencegah konflik keagamaan dan memperkuat harmoni sosial.
“Di tengah berbagai konflik global akibat kesalahpahaman dan ekstremisme, moderasi beragama menjadi sangat penting. Melalui pendekatan ini, kita belajar saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai,” jelasnya.
Ia juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk berbagi praktik terbaik terkait moderasi beragama kepada mahasiswa Thailand, baik yang berada di Indonesia maupun di Thailand, melalui seminar kolaboratif, pertukaran kurikulum, dan berbagai inisiatif bersama.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama Indonesia–Thailand, khususnya dalam promosi Islam moderat, penguatan pendidikan, serta kontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan. (Red/Foto: Ist./Kemenag)

