PeristiwaPolitik

Kepala BSSN Tekankan Pentingnya Sinergi Siber Nasional di Hadapan Jajaran Intelkam Polri

Jakarta – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antarinstansi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan ceramah umum dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelijen Keamanan (Intelkam) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula R.M. Oemar Gatab, Lantai 9 Gedung Presisi 2 Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri, Jakarta, Kamis (4/6).

Dalam forum tersebut, Nugroho memaparkan perkembangan lanskap keamanan global yang saat ini mengalami perubahan mendasar seiring meningkatnya ketidakpastian akibat krisis ekonomi, energi, serta kemajuan teknologi digital yang sangat pesat.

Menurutnya, ancaman terhadap keamanan negara tidak lagi hanya berasal dari kekuatan militer konvensional, tetapi juga berkembang ke ruang siber yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas sosial, ekonomi, hingga politik suatu negara.

“Dalam kondisi ini, batas antara dunia fisik dan digital menjadi kabur, dan konflik pun ikut berevolusi menjadi lebih kompleks, cepat, dan asimetris,” tegas Nugroho.

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini telah memasuki era perang generasi kelima (5th Generation Warfare), yaitu bentuk konflik modern yang lebih banyak memanfaatkan manipulasi informasi, operasi pengaruh, serta serangan digital sebagai instrumen utama untuk mencapai tujuan strategis.

Dalam konteks tersebut, ruang siber menjadi arena baru yang sangat menentukan dalam dinamika keamanan nasional maupun global. Berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan disinformasi, membangun narasi yang menyesatkan, hingga memengaruhi persepsi dan perilaku publik secara masif.

Nugroho mengingatkan bahwa dampak krisis global tidak hanya dirasakan pada sektor ekonomi dan energi, tetapi juga dapat memicu instabilitas sosial yang berpotensi mengganggu ketahanan nasional apabila tidak diantisipasi secara tepat.

Karena itu, menurutnya, pembangunan ketahanan siber nasional (cyber resilience) harus menjadi prioritas bersama seluruh pemangku kepentingan, terutama lembaga yang memiliki tugas di bidang keamanan, penegakan hukum, dan intelijen.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara BSSN sebagai otoritas keamanan siber nasional dengan Polri sebagai institusi penegak hukum dan intelijen keamanan merupakan faktor penting dalam membangun sistem deteksi dini (early warning system) yang efektif terhadap berbagai ancaman siber.

Melalui kolaborasi yang kuat, berbagai potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga langkah pencegahan maupun respons dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Kegiatan ceramah umum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan pemahaman bersama mengenai tantangan keamanan kontemporer yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Melalui Rakernis Intelkam Polri Tahun 2026, diharapkan terbangun kesiapsiagaan yang lebih kuat serta sinergi yang semakin solid antara BSSN dan Polri dalam menjaga keamanan ruang siber nasional.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi elemen penting untuk mendukung stabilitas nasional, melindungi kepentingan strategis negara, serta menjaga kedaulatan Indonesia di era digital yang terus berkembang. (Red/Gate 13/Foto: Ist./)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *