Masjid Al-Ma’uunah Depok: Terbuka 24 Jam, Pusat Ibadah, Pendidikan, dan Pelayanan Umat
Depok – Di tengah kawasan Sengon, Pancoran Mas, Kota Depok, berdiri sebuah masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pelayanan umat.
Masjid Al-Ma’uunah, yang beralamat di Jl. Pitara Raya No. 41 Sengon RT 08 RW 010, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, dikenal sebagai masjid yang terbuka 24 jam bagi masyarakat.
Masjid ini merupakan bagian integral dari Pondok Pesantren Modern Al-Ma’uunah, sebuah lembaga pendidikan Islam yang menggabungkan kegiatan keagamaan, pendidikan formal, serta pemberdayaan masyarakat.
Lingkungan pesantren yang asri dengan bangunan berwarna hijau dan kuning itu menjadi tempat berkumpulnya santri, jamaah, dan masyarakat sekitar untuk belajar, beribadah, serta menjalankan berbagai kegiatan sosial.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ma’uunah, K.H. Nurjaya, menjelaskan bahwa masjid tersebut sengaja dibuka sepanjang waktu agar benar-benar menjadi rumah bagi umat.
Ia juga diketahui merupakan alumnus Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Angkatan 1998, salah satu pesantren modern terkemuka di Indonesia yang dikenal dengan tradisi pendidikan disiplin dan penguatan karakter santri.
“Masjid seharusnya selalu siap untuk umat kapan pun dibutuhkan. Masjid di Kota Depok khususnya harus buka 24 jam. Jangan mau kalah dengan warkop, klinik, atau warung Madura,” ujar K.H. Nurjaya kepada awak media di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (5/3).

Menurutnya, keberadaan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial dan pelayanan kemasyarakatan. Karena itu, pengelola Masjid Al-Ma’uunah juga tengah merancang berbagai program sosial untuk masyarakat.
“Kedepannya untuk jangka panjang, kami upayakan ada program makan gratis untuk para musafir yang singgah di Masjid Al-Ma’uunah,” tambahnya.
Pendidikan Gratis bagi Anak Dhuafa dan Yatim
Selain menjadi pusat ibadah, kawasan pesantren juga menjalankan program pendidikan bagi masyarakat. Melalui lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren, pihak pengelola menyediakan kesempatan belajar bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.
“Kami tetap memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dhuafa dan yatim piatu. Tingkatannya mulai dari TK, SD, sampai SMP,” kata K.H. Nurjaya.

Pendidikan tersebut diselenggarakan melalui lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren, dengan jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Permata.
Program ini juga dilengkapi dengan beasiswa bagi santri berprestasi, sehingga membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga menekankan pembinaan akhlak, kedisiplinan, serta pengembangan karakter santri.
Markaz Besar Al-Ma’uunah: Bimbingan Umrah dan Haji
Pondok Pesantren Modern Al-Ma’uunah juga mengembangkan bidang usaha pelayanan ibadah melalui Markaz Besar Al-Ma’uunah, sebuah agen perjalanan yang menyediakan layanan bimbingan umrah dan haji.

Layanan perjalanan ini dijalankan melalui PT Darul Hikmah Wisata dengan sejumlah perizinan resmi dari pemerintah, antara lain Izin PPIU Umrah Kementerian Agama No. U 504 Tahun 2020, Izin Haji PIHK No. 18032403937120002, terintegrasi dengan sistem SISKOPATUH, dan terdaftar dalam asosiasi ASPHIRASI.
Melalui layanan tersebut, jamaah memperoleh berbagai fasilitas perjalanan, di antaranya Fasilitas Paket Umrah, Tiket pesawat pulang-pergi, Hotel dan makan tiga kali sehari, Visa umrah, Pembimbing atau muthawif, Air zamzam 5 liter, dan Perlengkapan umrah.
Sementara fasilitas hotel yang disediakan, antara lain Hotel Mekkah yakni Manasei Al Wesan, Ajyad Zahabi, Nada Ajyad, Senood Ajyad, Moweden Ajyad atau setaraf. Sedangkan Hotel Madinah diantaranya Star Madinah, Andalus Darsalam, Jawarat Rosyid atau setaraf.
“Beberapa biaya yang tidak termasuk dalam paket antara lain vaksin meningitis, pembuatan paspor, serta biaya pribadi lainnya,” terang K.H. Nurjaya.
Untuk perjalanan tahun 2026, sambungnya, Markaz Besar Al-Ma’uunah telah menyiapkan jadwal keberangkatan pada sejumlah bulan, yakni Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember.

Ada yang menarik dari promo tahun ini, agen perjalanan yang dikelola oleh pimpinan ponpes modern Al-Ma’uunah tersebut juga menghadirkan program promosi yang cukup unik.
“Kami menyediakan promo Ajak 3 Gratis 1. Artinya siapa saja yang bisa membawa tiga jamaah umrah, maka berhak mendapatkan satu kursi umrah gratis,” ungkap K.H. Nurjaya.
Program ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra pemasaran perjalanan umrah.
Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Pemberdayaan
Dengan berbagai kegiatan yang dijalankan, Masjid Al-Ma’uunah tidak hanya menjadi tempat ibadah rutin, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pemberdayaan umat.
Mulai dari kegiatan pendidikan, pelayanan sosial, hingga fasilitasi ibadah ke Tanah Suci, semuanya menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keumatan yang lebih luas.
Bagi K.H. Nurjaya, semangat utama dari keberadaan masjid adalah menghadirkan kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga harus menjadi pusat pelayanan umat,” pungkasnya.
Melalui konsep masjid terbuka 24 jam serta berbagai program sosial dan pendidikan, Masjid Al-Ma’uunah diharapkan dapat menjadi ruang spiritual sekaligus ruang sosial bagi masyarakat Depok dan sekitarnya. (Red/Mh/Foto: Ist.)

